Kyiv Digempur Rudal da...

Kyiv Digempur Rudal dan Drone Rusia, Warga Mengungsi ke Bawah Tanah

Ukuran Teks:

HeloBorneo.com, Kyiv kembali diguncang serangan rudal dan drone Rusia pada Minggu (22/2/2026), memicu kepanikan warga yang segera mengungsi ke area bawah tanah. Gempuran ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang terus berlanjut di Ukraina, mendorong otoritas setempat mengaktifkan sistem pertahanan udara.

Kyiv Digempur Rudal dan Drone Rusia, Warga Mengungsi ke Bawah Tanah

Dentuman ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah titik di Kyiv. Situasi ini memicu kepanikan warga yang segera mencari tempat perlindungan. Berdasarkan pantauan, banyak warga mengungsi ke area bawah tanah seperti stasiun metro dan tempat parkir, yang difungsikan sebagai lokasi perlindungan darurat.

Kyiv Digempur Rudal dan Drone Rusia, Warga Mengungsi ke Bawah Tanah

Stasiun metro tampak dipenuhi warga dari berbagai usia. Mereka terlihat membawa barang seadanya, berupaya menyelamatkan diri dari ancaman serangan udara yang terjadi.

Kyiv Digempur Rudal dan Drone Rusia, Warga Mengungsi ke Bawah Tanah

Menurut otoritas setempat, sistem pertahanan udara telah diaktifkan untuk menghadapi gelombang serangan tersebut. Sirene peringatan juga meraung di berbagai penjuru kota, menandai situasi darurat dan meminta warga tetap berada di tempat aman hingga kondisi dinyatakan terkendali.

Kyiv Digempur Rudal dan Drone Rusia, Warga Mengungsi ke Bawah Tanah

Serangan rudal dan drone ini diketahui menambah daftar panjang gempuran Rusia terhadap wilayah Ukraina. Kawasan ibu kota, yang menjadi pusat pemerintahan dan aktivitas sipil, kerap menjadi target. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan terkait dampak serangan, termasuk kemungkinan kerusakan infrastruktur dan korban.

Kyiv Digempur Rudal dan Drone Rusia, Warga Mengungsi ke Bawah Tanah

Situasi di Kyiv dilaporkan masih mencekam. Warga diminta tetap waspada dan mengikuti arahan resmi yang dikeluarkan. Sementara itu, komunitas internasional terus memantau perkembangan serangan yang memperburuk kondisi keamanan di Ukraina.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan