HeloBorneo.com, Teheran – Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, Kamis (23/7/2026), mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS). Ghalibaf menegaskan jika Iran dihalangi menjual minyak, tidak ada negara lain di kawasan Timur Tengah yang bisa melakukannya. Dia juga memperingatkan bahwa tidak akan ada yang aman di kawasan jika keamanan Teheran tidak terjamin.
Menurut laporan Anadolu Agency dan Al Arabiya, Ghalibaf menyatakan konflik ini telah menjadi situasi "all or nothing" atau "semuanya atau tidak sama sekali". "Persamaan dalam perang ini sudah jelas: semuanya atau tidak sama sekali!" kata Ghalibaf via media sosial X. Ia menegaskan, "Di kawasan di mana kami tidak dapat menjual minyak, tidak akan ada pihak lain yang akan menjual minyak."
Ghalibaf juga memperingatkan bahwa jika keamanan Iran tidak terjamin, maka "tidak ada infrastruktur yang akan tetap aman". Ia menambahkan, Selat Hormuz hanya akan aman jika tidak ada kehadiran pasukan Amerika di sana. "Kami telah berulang kali menegaskan bahwa situasi di selat tersebut tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang," tegasnya.
Pernyataan Ghalibaf tersebut, menurut Al Arabiya, terkesan mendeklarasikan perang terhadap seluruh kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, pernyataan keras Ghalibaf ini disampaikan beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengancam Iran. Trump mengancam akan mengebom infrastruktur di wilayah Iran jika negara itu terus menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Melalui Truth Social, Trump menyatakan, "Mulai saat ini, setiap kali Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz… Amerika Serikat akan mengebom dan menghancurkan SATU JEMBATAN ATAU PEMBANGKIT LISTRIK, termasuk yang terletak di dekat atau di dalam Ibu Kota Teheran."
Ketegangan antara Iran dan AS diketahui semakin meningkat menyusul perselisihan navigasi dan keamanan di Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur perairan vital bagi pasokan minyak dan gas global. Teheran sendiri telah menegaskan bahwa pelayaran komersial di Selat Hormuz akan tetap aman jika kapal-kapal berkoordinasi dengan pihaknya di bawah pengaturan maritim terbaru. Otoritas Iran juga menyatakan akan terus mengendalikan jalur perairan strategis tersebut sebagai bagian dari langkah menjaga keamanan jangka panjang mereka.