Jet Tempur AS Tembaki ...

Jet Tempur AS Tembaki 2 Kapal Tanker Iran, Diduga Langgar Blokade

Ukuran Teks:

HeloBorneo.com, Washington DC – Militer Amerika Serikat (AS) mengerahkan jet tempur F/A-18 Super Hornet untuk menembaki dan melumpuhkan dua kapal tanker berbendera Iran, M/T Sea Star III dan M/T Sevda, pada Jumat (8/5) waktu setempat. Washington menuduh kedua kapal tersebut berusaha melanggar blokade laut AS terhadap pelabuhan Teheran di sekitar Selat Hormuz.

Insiden terbaru ini, seperti dilansir AFP pada Sabtu (9/5/2026), menjadikan total empat kapal yang dihentikan paksa oleh AS. Keempat kapal tersebut menurut AS mencoba melanggar blokade laut di sekitar Selat Hormuz, yang telah diberlakukan sejak 13 April lalu.

Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di Timur Tengah, mengumumkan rincian penembakan tersebut. Sebuah jet tempur F/A-18 Super Hornet milik Angkatan Laut AS melumpuhkan kapal M/T Sea Star III dan M/T Sevda.

Penembakan dilakukan dengan "menembakkan amunisi presisi ke cerobong asap mereka," kata CENTCOM. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah kapal-kapal yang tidak patuh tersebut memasuki Iran. CENTCOM juga menyertakan rekaman video yang menunjukkan momen serangan terhadap kedua kapal tersebut.

Sebelumnya, pada Rabu (6/5) waktu setempat, sebuah jet tempur AS jenis F/A-18 juga melumpuhkan kapal berbendera Iran lainnya, M/T Hasna. Jet tempur tersebut menembakkan peluru meriam 20mm ke kemudi kapal M/T Hasna.

Pada 19 April lalu, insiden serupa melibatkan kapal berbendera Iran, M/V Touska. Kapal ini dituduh melanggar blokade dan mengabaikan peringatan yang diberikan oleh kapal perusak militer AS.

Kapal-kapal perang AS saat itu memerintahkan para awak kapal M/V Touska untuk mengevakuasi ruang mesin. Setelah dievakuasi, kapal tersebut dihantam beberapa kali dengan senjata 5 inci, yang kemudian melumpuhkan kapal itu.

Blokade ini merupakan respons Washington terhadap tindakan Iran yang secara efektif menutup jalur perairan vital Selat Hormuz. Selat Hormuz diketahui merupakan jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas. Penutupan ini dilakukan Iran setelah AS dan Israel melancarkan serangan skala besar pada 28 Februari lalu. Washington, berdasarkan pernyataan, memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Teheran dalam upaya menekan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan