Kemensos-Kemenhan Teke...

Kemensos-Kemenhan Teken MoU Pengalihan Kelola Ratusan TMP Nasional

Ukuran Teks:

HeloBorneo.com, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) resmi meneken nota kesepahaman (MoU) pengalihan pengelolaan Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional dan Makam Pahlawan Nasional di berbagai daerah. Penandatanganan MoU ini dilakukan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pada Jumat (3/4/2026). Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengoptimalkan pengelolaan situs-situs kepahlawanan.

Penandatanganan MoU berlangsung dalam pertemuan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Kemenhan. Kunjungan Gus Ipul ini sekaligus membalas pertemuan sebelumnya. Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Marsekal Madya TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto sudah membahas rencana transisi pengelolaan di Kantor Kemensos pada pertengahan Maret.

"Jadi hari ini tadi kami bersama Pak Wamen, Pak Sekjen, dan Bu Dirjen Pemberdayaan Sosial, beberapa staf bertemu dengan Menteri Pertahanan beserta segenap jajaran untuk menandatangani satu MoU dalam rangka pengalihan Taman Makam Pahlawan Kalibata dan beberapa makam pahlawan nasional di beberapa daerah," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis.

Salah satu objek utama pengalihan ini adalah Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata. Selain itu, sekitar 217 titik TMP dan Makam Pahlawan Nasional di seluruh Indonesia juga akan dialihkan.

"Ini dalam rangka untuk menindaklanjuti arahan Bapak Presiden dalam rangka optimalisasi pengelolaan Taman Makam Pahlawan Nasional Utama seperti di Kalibata dan Makam Pahlawan Nasional di berbagai daerah," kata Gus Ipul.

Sebelumnya, Gus Ipul menargetkan proses transisi operasional dimulai pada 1 April 2026. Sejalan dengan itu, mulai April ini pengelolaan di tingkat lapangan akan dipimpin oleh Kemenhan melalui jajaran yang ditunjuk.

"Mulai bulan April ini sepenuhnya pengelolaan Taman Makam Pahlawan beserta Makam Pahlawan Nasional di 217 titik seluruh Indonesia ini nanti dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan lewat jajarannya yang ditunjuk," jelasnya.

Dalam masa transisi, Kemensos tetap memberikan dukungan. Dukungan tersebut meliputi administrasi, sumber daya manusia (SDM), dan pembiayaan operasional pemeliharaan.

"Sementara kami akan memberikan dukungan dalam masa transisi ini lewat dukungan administrasi dan sumber daya manusia yang selama ini telah turut mengelola Taman-Taman Makam Pahlawan Nasional," terang Gus Ipul.

Secara administratif, proses transisi akan berlangsung hingga akhir 2026. Pengelolaan sepenuhnya ditargetkan berada di bawah Kemenhan mulai tahun depan.

"Insya Allah sampai akhir tahun secara administratif kami masih akan turut membantu, sementara untuk tahun depan Insya Allah sepenuhnya sudah akan dikelola oleh Kementerian Pertahanan," ujarnya.

Gus Ipul menjelaskan, kebijakan ini diambil agar pengelolaan TMP tidak hanya berfokus pada aspek fisik. Namun, juga pada penguatan nilai-nilai kepahlawanan dan cinta tanah air, khususnya bagi generasi muda.

"Taman Makam Pahlawan Nasional maupun Makam Pahlawan Nasional itu, di sana ada nilai-nilai perjuangan, ada nilai-nilai cinta tanah air, ada nilai-nilai kepahlawanan yang seharusnya ini bisa menjadi inspirasi," ungkapnya.

Ia juga menegaskan keterbatasan anggaran dan SDM menjadi salah satu pertimbangan. "Selama ini anggaran kami terbatas, dan memang kita juga tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk bisa mengelola begitu banyak Makam Pahlawan Nasional dan juga Taman Makam Pahlawan Nasional," katanya.

Dengan pengalihan ini, pengelolaan TMP diharapkan bisa berjalan lebih optimal. Sekaligus menghadirkan ruang edukasi kebangsaan yang lebih kuat bagi masyarakat.

"Jadi ini sekali lagi bukan hanya sekedar mengelola taman itu secara fisik, tapi ada nilai-nilai lebih dari itu, yang saya kira Kementerian Pertahanan memiliki sumber daya yang lebih cukup untuk bisa mewujudkan itu," pungkas Gus Ipul.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan