16 May, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Kentut dan Tertawa Sembarangan, Pemain Ini Ditendang Dari Tim Utama Lyon

Ternyata, kentut dan tertawa tidak pada tempat dan waktu yang tepat dapat menghancurkan karir. Hal ini terjadi pada pemain sepakbola yang memperkuat klub Lyon yang bernama Marcelo.

_______________________________________

lyon
Ternyata, kentut dan tertawa tidak pada tempat dan waktu yang tepat dapat menghancurkan karir. Hal ini terjadi pada pemain sepakbola yang memperkuat klub Lyon yang bernama Marcelo. | HeloBorneo.com — Bek asal Brasil, Marcelo, saat memperkuat Lyon. (Foto: VI Images via Getty Images)

 

LYON | Bek asal Brasil, Marcelo, dikeluarkan dari tim utama Lyon. Pasal penyebabnya, karena pemain itu terus menerus kentut dan tertawa di ruang ganti pemain.

Sebagaimana dikutip dari ESPN, Rabu (11/5/2022), pemain berusia 34 tahun itu dikeluarkan dari skuad senior menyusul kekalahan 3-0 Lyon di kaki Angers. Diketahui, hukuman itu terjadi pada Agustus lalu.

Saat itu, Marcelo kentut berkali-kali dan tertawa terbahak-bahak menertawakan tingkah konyolnya itu. Celakanya, hal tidak patut itu terjadi selama pidato kapten Leo Dubois untuk mengumpulkan pasukan setelah pertandingan melawan Angers.

Di saat yang sama, manajer Peter Bosz dan direktur olahraga Juninho juga sedang berada di ruangan itu dan merasa tersinggung dengan kelakuan tidak patut Marcelo.

Menurut sumber lainnya, Marcelo didisiplinkan oleh klub karena berulang kali kentut di antara rekan satu timnya, di ruang ganti dan tertawa di hadapan Juninho dan Bosz.

Setelah kejadian itu, pihak manajemen mengeluarkan Marcelo dari tim utama dan memaksanya untuk bermain bersama anggota tim cadangan Lyon.

Padahal, Marcelo dianggap sebagai salah satu pemimpin tim Lyon. Dirinya juga telah menandatangani kontrak baru beberapa bulan sebelum awal musim. Sayangnya, klub menggambarkan tindakan yang dilakukannya setelah kekalahan Angers sebagai perilaku yang tidak pantas. Terlebih karena dilakukan oleh sosok yang dianggap sebagai pemimpin di dalam tim utama.

Akhirnya, kontrak sang bek di Lyon berakhir pada akhir Januari dan dia bergabung dengan Bordeaux. Saat ini, Bordeaux berada di dasar klasemen Ligue 1 dan tujuh poin dari zona aman dengan dua pertandingan tersisa.

Sungguh ini sebuah pelajaran penting. Jangan kentut dan tertawa sembarangan. Tak hanya di dunia sepakbola, tapi dimanapun, hal tersebut dianggap tidak patut. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini