Sat. Sep 19th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Wow! Trending Hestek #DukungPSBB Ternyata Imbas Dari Hal Ini

3 min read
#DukungPSBB
HeloBorneo.com – Ilustrasi: Trending Topic Twitter (net)

JAKARTA | Warganet ternyata menggaungkan trending hestek #DukungPSBB sepanjang hari Ahad (13/9/2020) ini. Hestek ini imbas terhadap dua hal.

Berdasarkan pantauan HeloBorneo.com, pada Ahad, 13 September 2020 jam 12.00 WIB, hestek tersebut menjadi trending topic (TT) di platform media sosial Twitter karena dua hal. Pertama, dalam rangka mendukung langkah Gubernur DKI Anies Baswedan dalam menarik rem darurat dan kembali memberlakukan PSBB total di wilayahnya. Rencananya, akan ada pengumuman resmi pada siang atau sore hari ini.

#DukungPSBB
HeloBorneo.com – Hestek #DukungPSBB menjadi trending topic di Twitter. (Foto: Tangkapan layar twitter/HB)

Alasan kedua yang mendasari naiknya trending #DukungPSBB ini yaitu imbas viralnya pemberitaan orang terkaya RI, Budi Hartono, yang menolak pemberlakuan PSBB Anies tersebut. Tidak tanggung-tanggung, Bos pemilik BCA dan Djarum ini langsung melayangkan surat ke Jokowi perihal penolakan tersebut.

Budi Hartono Tolak PSBB, Hestek #DukungPSBB menggelora

#DukungPSBB
HeloBorneo.com – Budi Hartono. (Foto: FORBES)

Diberitakan sebelumnya, Budi Hartono yang dikenal sebagai orang terkaya RI dengan kekayaan Rp 277,83 triliun versi Forbes, ikut memberikan pendapatnya soal rencana Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) yang dilayangkan Anies, dan rencananya bakal berlangsung esok hari, Senin (14/9/2020).

Pendapat yang berisi penolakan tersebut dimuat dalam bentuk surat. Dan tidak tanggung-tanggung, surat itu dilayangkan kepada Presiden RI, Joko Widodo. Dalam suratnya kepada Jokowi itu, pemilik Djarum Group ini mengutarakan ketidaksetujuannya, karena memberlakukan PSBB bukan langkah yang tepat.

Budi Hartono pun mengemukakan beberapa alasan. Salah satu alasannya adalah PSBB terbukti tidak efektif menurunkan tingkat pertumbuhan infeksi di Jakarta.

Dia pun tak segan melampirkan diagram pertumbuhan infeksi yang masih meningkat saat PSBB. Negara yang berhasil menurunkan tingkat infeksi justru melalui “measured circuit breaker“.

“Di Jakarta meskipun pemerintah DKI Jakarta telah melakukan PSBB, tingkat pertumbuhan infeksi tetap masih naik,” tulis Budi Hartono dalam suratnya yang diunggah melalui akun Instagram Mantan Duta Besar Polandia, Peter F Gontha, @petergontha, Sabtu (12/9/2020). Surat Budi Hartono sendiri tertanggal 11 September 2020.

Alasan lainnya, kapasitas rumah sakit DKI Jakarta tetap akan maksimum dengan atau tidak diberlakukannya PSBB lagi. Budi menyebut, seharusnya Pemerintah harus terus menyiapkan tempat isolasi mandiri untuk menangani lonjakan kasus.

Dia melampirkan gambar tempat isolasi di Port Singapura. Di mana pemerintah negara itu membangun kontainer isolasi ber-AC untuk mengantisipasi lonjakan dari kasus yang perlu mendapatkan penanganan medis.

“Fasilitas seperti ini dapat diadakan dan dibangun dalam jangka waktu singkat (kurang dari 2 minggu) karena memanfaatkan kontainer yang tinggal dipasang AC dan tangga,” papar Budi.

Keputusan “rem darurat” Anies untuk menyelamatkan manusia

#DukungPSBB
HeloBorneo.com – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengumumkan PSBB di Jakarta diberlakukan mulai besok Senin 14 September 2020. (Foto: Instagram @dinkesdki)

Sebagai informasi, pada Rabu (8/9/2020) lalu, Gubernur DKI Anies Baswedan memutuskan bahwa PSBB di DKI Jakarta akan kembali ke awal pandemi, bukan lagi PSBB transisi mulai Senin.

Situasi dinilai sudah darurat sebab rumah-rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Jakarta semakin penuh dan laju kematian akibat virus corona semakin cepat.

Ketika berlangsung konferensi pers, Anies menerangkan bahwa saat ini DKI Jakarta telah memasuki bulan ke-7 dalam melawan pandemi.

“Data per-September ini, komulatif 49.837 kasus positif di DKI Jakarta,” Ucap Anies.

Melihat kasus yang terus meningkat Anies menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat memperhatikan dua parameter kewaspadaan yaitu terkait angka kematian atau case fatality rate dan jumlah kasus aktif.

“Ada 1.347 di jakarta yang wafat, memang melihat angka kematian Jakarta memang rendah yaitu 2,7 persen,” tambahnya.

“Ini terkait dengan fasilitas kesehatan di Jakarta, Gejala sedang dan berat ini butuh perawatan rumah sakit, yang kritis di ICU,” ungkap Anies.

Karena pertambahan kasus positif yang meningkat tajam ambang batas ketersediaan tempat tidur, APD, obat-obatan hingga rasio dokter untuk menangani pasien di DKI Jakarta sudah hampir terlampaui.

“Bila tidak ada rem darurat, tanggal 17 September tempat tidur isolasi di Jakarta akan penuh,” kata Anies.

Anies langsung diserang

#DukungPSBB
HeloBorneo.com – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Kebijakan Anies langsung direspons sejumlah Menteri. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) karena tertekan oleh pengumuman PSBB DKI Jakarta.

Di sisi lain, menurut Airlangga, keputusan Anies untuk menarik rem darurat sangat berpengaruh terhadap perekonomian. Selanjutnya, Mendag Agus Suparmanto menilai pemberlakukan PSBB bisa berpotensi mengganggu kelancaran distribusi barang, apalagi mengingat peran Jakarta dalam aliran distribusi nasional.

(*) [HeloBorneo.com

Bagi artikel ini
  • 1
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares