29 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Viral Perayaan Arab Saudi Cabut Lockdown, Ternyata Hoaks!

2 min read
Arab Saudi Cabut Lockdown
HeloBorneo.com – Ilustrasi parade yang diklaim sebagai perayaan Arab Saudi mengangkat aturan lockdown pandemi covid-19 (net)

JAKARTA | Informasi tentang Arab Saudi cabut lockdown serta perayaan masyarakatnya menyambut pencabutan itu ramai beredar di masyarakat. Informasi itu banyak beredar di media sosial facebook dan whatsapp. Terlihat sebuah video.

Video berdurasi tiga menit itu menayangkan acara parade, dan kemudian diklaim sebagai perayaan Arab Saudi cabut lockdown. Terlihat masyarakat yang antusias merayakan berakhirnya masa lockdown akibat pandemi covid-19 di negara itu.

Barisan parade mobil pemadam kebakaran, ambulan, serta mobil polisi yang melintasi jalanan kota. Iringan kendaraan itu disambut sorak sorai massa di pinggir jalan.Video viral itu diketahui banyak diunggah, diantaranya oleh akun facebook Viral World.

Verifikasi Fakta

Mengutip laman covid19.go.id, setelah ditelusuri dengan mesin pencari Google, Arab Saudi masih berstatus lockdown. Arab Saudi melonggarkan status lockdownnya saat memasuki Ramadan.

Demikian pula seperti dilansir dari turnbackhoax.id, tidak benar bahwa video tersebut merupakan perayaan masa berakhirnya lockdown di Arab Saudi.

Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, melalui mesin pencari google ditemukan fakta bahwa hingga saat ini Arab Saudi belum membuka status lockdown mereka. Yang gbenar adalah, Arab Saudi saat ini hanya melonggarkan status lockdown dikarenakan tengah memasuki bulan suci Ramadan di tengah pandemi covid-19 ini.

Kebijakan pelonggaran lockdown itu dilakukan agar masyarakat dapat berbelanja kebutuhan tanpa batas waktu di area tempat tinggal mereka. Meski begitu, Arab Saudi sendiri masih menerapkan jam malam sesuai dengan dekrit yang pernah dikeluarkan oleh Raja Salman.

Selain itu, sebagaimana dikutip dari merahputih.com, keterangan serupa juga dikonfirmasi oleh KBRI Riyadh. Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Riyadh, Djoko Sulastomo menjelaskan bahwa kebijakan terkait Covid-19 di Arab Saudi terakhir kali diatur dalam dekrit Raja Salman yang dikeluarkan 26 April 2020.

“Jadi di Arab Saudi pada hari tetap tidak boleh keluar,” demikian tegas Djoko.

Dirinya lantas mengungkapkan bahwa hingga saat ini Arab Saudi tetap memberlakukan jam malam. “Tidak ada perayaan apapun. Di Arab Saudi masih tetap tidak boleh keluar dari pukul 17 sore sampai pukul 9 pagi hari berikutnya,” tukas Djoko.

Kesimpulannya, viral berita Arab Saudi cabut lockdown adalah hoaks. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 13
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    13
    Shares