27 November, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Viral Klaim Hadi Pranoto Soal Obat Covid-19, Ini Paparan Ilmuwan

3 min read
obat covid-19
HeloBorneo.com – Hadi Pranoto. (Foto: kumparan)

PONTIANAK | Saat ini sedang viral di masyarakat soal Hadi Pranoto yang mengklaim soal obat covid-19. Klaimnya itu terungkap ketika dirinya melakukan wawancara dalam video di kanal Youtube Dunia Manji.

Dalam wawancara itu, Hadi Pranoto mengaku bahwa dirinya sudah menemukan obat yang secara spesifik dapat menanggulangi covid-19.

Terkait klaim tersebut, Plt Kabadan Litbangkes, dr. Slamet, MHP memberikan paparannya.

Sebagai sosok yang memang memahami seluk-beluk soal hal ini, dr. Slamet, MHP mengatakan bahwa banyak lembaga internasional dan nasional sedang bekerja keras untuk mendapatkan obat ataupun vaksin covid-19.

Obat covid-19? Belum ada yang berhasil

Perihal beragamnya calon-calon vaksin corona tersebut, Slamet mengatakan prosesnya sudah memasuki proses uji klinis tahap akhir. Namun demikian, dr Slamet menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada satu negara atau lembaga manapun di dunia yang sudah berhasil.

Saat ini, Indonesia juga masih berupaya, bersama-sama dengan WHO dan pihak-pihak lainnya, dalam menemukan obat atau vaksin yang spesifik bisa menanggulangi covid-19.

“Indonesia sendiri tergabung dalam riset Solidarity Trial WHO. Yaitu pengujian klinik terhadap 4 alternatif terapi yang sudah dilakukan selama ini, yaitu remdesivir, gabungan lopinavir/ritonavir, gabungan lopinavir/ritonavir ditambah interferon (ß1b), dan chloroquine,” jelasnya.

Soal riset ini, dr Slamet mengatakan bahwa proses tersebut terus dilaksanakan untuk mendapatkan bukti klinis yang lebih kuat dan valid terhadap efektivitas dan keamanan terbaik terhadap pasien covid-19.

Tak hanya itu, proses risetnya juga telah didesain secara khusus untuk mempersingkat waktu yang diperlukan untuk menghasilkan bukti yang kuat terhadap 4 alternatif terapi tersebut tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip Cara Uji Klinis yang Baik atau Good Clinical Practice (CUKB/GCP).

”Seluruh pasien covid-19 dirawat dengan terapi dan obat yang sifatnya suportif yang bertujuan untuk meningkatkan imunitas tubuh seseorang sehingga bisa melawan virus corona,” lanjut dr Slamet.

Cara diagnosis covid-19

Slamet juga menjelaskan tentang cara mendiagnosis covid-19. Yaitu dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium, yang selama ini dilakukan melalui tes polymerase chain reaction (RT-PCR) sebagai standar tracing dan testing di seluruh dunia. Jenis pemeriksaan ini menggunakan sampel usapan lendir hidung atau tenggorokan untuk mengidentifikasi DNA dan RNA virus.

Penjelasan soal proses produksi obat covid-19

obat covid-19
HeloBorneo.com – Ilustrasi: penelitian obat Covid-19. (Foto: freepik)

Selanjutnya, dr Slamet memberikan paparan untuk proses produksi obat. Prose tersebut harus melalui sejumlah rangkaian yang secara garis besar antara lain:

Pertama; Diawali dengan upaya penemuan bahan atau zat atau senyawa potensial obat melalui berbagai proses penelitian.

Kedua; Bahan atau zat atau senyawa potensial obat tersebut harus melewati berbagai proses pengujian di antaranya adalah uji aktivitas zat; uji toxisitas in vitro dan in vivo pada tahap pra klinik; serta Uji Klinik untuk fase I, fase II dan fase III.

Ketiga; Proses izin edar.

Keempat; Diproduksi melalui cara pembuatan obat yang baik (GMP) dan dilakukan kontrol pada proses pemasaran.

Jangan cepat percaya soal klaim obat covid-19

Terkait klaim pihak-pihak tak bertanggung jawab soal klaim obat covid-19, pemerintah meminta masyarakat agar tidak lekas percaya. Bisa jadi, informasi tersebut masih diragukan kebenarannya. Terkait hal itu, dr Slamet meminta masyarakat selalu melakukan “saring sebelum sharing”.

Dirinya meminta agar masyarakat senantiasa bersikap kritis dan cari informasi dari sumber yang terpercaya.

“Kepada seluruh pihak, khususnya tokoh publik, kami harap dapat memberikan pencerahan tentang COVID-19 kepada masyarakat dan bukan sebaliknya menimbulkan pro-kontra,” tukasnya. (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares