23 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Terungkap! Rahasia Orang China Suka Makan Mi Instan Tapi Tetap Sehat

Suka makan mi instan tapi takut bahayanya bila terlalu berlebihan? Ternyata, orang China juga merupakan penggemar mi instan. Tapi, walaupun sering memakannya, mereka rata-rata tetap sehat. Lalu apa rahasianya?

_____________________________________________

suka makan mi instan
Suka makan mi instan tapi takut bahayanya bila terlalu berlebihan? Ternyata, orang China juga merupakan penggemar mi instan. Tapi, walaupun sering memakannya, mereka rata-rata tetap sehat. Lalu apa rahasianya? | HeloBorneo.com — Ilustrasi: mi instan. (Foto: Istockphoto/estebanmiyahira).

 

PONTIANAK | Mi adalah makanan favorit warga Asia, terutama warga Asia Timur. Bila pernah mengunjungi negara-negara Asia Timur, seperti Jepang, China, maupun Korea Selatan, pasti hal ini akan sangat tampak jelas. Masyarakat  di sana gemar sekali mengonsumsi makanan yang terbuat dari tepung, terutama mi. Termasuk juga mi instan.

Walaupun demikian, kualitas kesehatan orang-orang yang suka makan mi instan itu tetap terjaga.

Lalu, sepert apa rahasianya? dr. Zaidul Akbar, yang merupakan dokter yang juga pakar makanan sehat serta pendakwah mengungkapkan rahasianya. Melalui sebuah tayangan video, Zaidul Akbar mengatakan bahwa para warga yang suka makan mi instan itu tetap sehat karena kebiasaan sehat yang sering mereka lakukan.

Rahasia suka makan mi instan tapi tetap sehat

Sebagaimana dikutip dari unggahan video di kanal YouTube Bamol TV, dikutip HeloBorneo.com, Rabu (8/09/2021), dr Zaidul Akbar mengungkapkan rahasia orang China suka mi instan tapi tetap sehat. “Di sana kalau Anda lihat, Jepang, Hong Kong, China, orangnya suka jalan,” ujarnya di video tersebut.

Menurutnya, sehari berjalan kaki bisa mencapai 14 ribu langkah.

“Kalau Anda yang pernah pergi ke Hongkong atau China itu luar biasa. Kita naik MRT itu sampai berapa tangga, kadang-kadang saya pernah ngitung. Saya pernah diminta datang ke sana ngisi (kajian) juga, itu sehari hampir 14 ribu langkah, itu berapa kilo dan itu setiap hari. Jadi kebakar meskipun gak sehat,” lanjut sang dokter.

Menurut sosok yang jug pakar makanan sehat itu, kebiasaan suka berjalan  kaki itu sangat bertolak belakang dengan kebiasaan orang-orang Indonesia. Zaidul Akbar mengatakan bahwa orang Indonesia cenderung malas bergerak, malas jalan serta tidak peduli untuk menjalani gaya hidup sehat.

“Kita kan gak gitu. Masalahnya kan kebiasaan. Jalan jarang, olahraga jarang, puasa jarang, minum air putih jarang,” jelas sosok yang juga  pendakwah itu.


suka makan mi instan
HeloBorneo.com — Ilustrasi: mi instan. (Foto: Freepik/wirestock)

 

Tak hanya gemar berjalan kaki

Selain itu, Zaidul Akbar juga mengungkapkan rahasia lain yang turut menjaga kesehatan orang-orang Asia timur. Menurutnya, kebiasan sehat lain dari orang-orang di Asia Timur, terutama China dan Hong Kong, mereka gemar mengonsumsi bawang-bawangan.

“Jadi kalau mereka masak mereka tidak kaya kita. Di sana gak ada warteg. Maksudnya itu makanan yang mereka pesen apa, masak, selesai, habis. Itu yang bagus masak. Bukan dipanaskan, semua yang dipanaskan pasti teroksidasi. Jadi, memang beda di kebiasaan,” ujarnya.

“Maka Anda lihat di China, Hong Kong, jarang lihat orang gemuk. Terutama di Hong Kong, karena mereka jalan setiap hari. Jalan tu kaya orang dikejar anjing, cepet,” sambung dia.

Mencontoh kebiasaan sehat orang Asia Timur

Agar dapat tetap menjaga kesehatan, Zaidul menyarankan, agar masyarakat Indonesia menjalani ragam kebiasaan-kebiasaan sehat seperti yang telah dijalankan orang-orang Asia Timur. Ternyata, menurutnya,  hal tersebut juga telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.

“Nah harusnya kita seperti itu, karena Nabi kita SAW juga seperti itu, maksudnya Rasul itu kan kalau berjalan kaya orang nurunin bukit. Tatapan ke depan, jadi masya Allah. Tinggal contoh Nabi aja, jalannya Nabi, olahraganya Nabi ikutin aja, pasti sehat kita,” jelasnya. (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini
  • 21
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    21
    Shares