17 May, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Terungkap! Ini Sebab Gejala Ringan Varian Omicron Bagi Pasien Sudah Vaksinasi COVID-19

Mengapa varian Omicron menjangkiti pasien yang sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 lengkap hanya terpapar ringan saja? Hasil penelitian  terkini dari ilmuwan Brasil mengungkapkan jawaban dari pertanyaan tersebut.

_____________________________________________

varian omicron, covid-19
Mengapa varian Omicron menjangkiti pasien yang sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 lengkap hanya terpapar ringan saja? Hasil penelitian  terkini dari ilmuwan Brasil mengungkapkan jawaban dari pertanyaan tersebut. | HeloBorneo.com — Ilustrasi: Virus Corona. (net)

BRASIL | Peneliti Brasil telah menemukan bahwa Omicron memiliki mutasi yang terdeteksi pada varian sebelumnya dan itulah alasan mengapa mutasi tersebut tidak terlalu parah di antara yang divaksinasi.

Varian Omicron muncul sebagai varian yang menjadi perhatian WHO sejak November 2021. Namun, dari semua mutasi yang dikandungnya, telah diketahui para ilmuwan dari hasil penelitian terhadap varian ini, kecuali satu.

Para peneliti di Universitas Federal Sao Paulo (UNIFESP) di Brasil mengaitkan faktor ini dengan efektivitas vaksin yang ada terhadap varian tersebut. Hal tersebut tercermin dalam jumlah kasus dan kematian yang relatif kecil meskipun varian Omicron meningkatkan transmisibilitas, atau tingkat penularan.

Berdasarkan kutipan dari, Times of India, hipotesis para ilmuwan itu diangkat dalam sebuah artikel oleh para ilmuwan yang diterbitkan dalam Journal of Medical Virology (JMV).

“Mengingat data yang tersedia sejauh ini, kami yakin vaksin yang ada memang efektif melawan semua varian virus, dengan segala pertimbangan. Mereka mungkin juga efektif terhadap varian lain yang muncul di masa depan,” kata Ricardo Duraes-Carvalho, peneliti yang berafiliasi dengan fakultas kedokteran universitas (EPM-UNIFESP), Kamis (10/02/2022).


HeloBorneo.com — Ilustrasi: Universitas Federal Sao Paulo (UNIFESP, Brasil. (net)

 

Studi terpisah telah mencoba menerangkan kemungkinan munculnya varian Omicron

Bahkan, sebelum munculnya varian Omicron, sebuah studi terpisah yang dipimpin oleh Duraes-Carvalho telah mencoba menjelaskan beberapa ragam mutasi yang dimiliki oleh sejumlah varian. Kelompok studi ini menganalisis lebih dari 200.000 genom SARS-CoV-2 dan virus corona manusia lainnya.

Dalam draf makalah kesehatan yang nantinya akan diterbitkan, tim studi itu mengungkapkan penemuan mutasi identik pada strain yang berbeda, yang dapat berfungsi sebagai target untuk vaksin masa depan.

“Omicron menguatkan penelitian kami. Dari 35 mutasi pada protein lonjakan varian [digunakan oleh SARS-CoV-2 untuk mengikat reseptor tertentu ketika menginfeksi sel manusia], hanya satu yang tidak diketahui. Dua puluh lima berada di RBD (pengikatan reseptor). domain) 15 dan RBM (reseptor-binding motif) 10, wilayah virus yang mengikat sel manusia dan karenanya merupakan target potensial untuk menetralkan antibodi,” kata Duraes-Carvalho.

Efektivitas vaksinasi COVID-19

Dalam kesempatan berbeda, Robert Andreata-Santos, rekan pascadoktoral di tulis EPM-UNIFESP di JMV, menjelaskan hasil penelitian tersebut menguatkan efektivitas vaksinasi COVID-19.


vaksinasi covid-19
HeloBorneo.com — Ilustrasi vaksin COVID-19. (Foto: Shutterstock)

 

“Itu mungkin menjelaskan mengapa vaksinasi sejauh ini efektif meskipun tidak ada vaksin di pasaran yang dirancang khusus untuk Omicron. Mereka tidak mencegah penularan, tetapi mencegah kasus parah dan kematian,” ujar Rober.

Dalam penelitian yang diposting ke platform pracetak itu, Duraes-Carvalho dan tim menganalisis dinamika penyebaran dan evolusi virus dari waktu ke waktu di Brasil, AS, dan India, untuk periode antara Februari dan Agustus 2021.

Penjelasan tentang temuan penelitian

Analisis menunjukkan peningkatan jumlah situs mutasi dalam genom virus, terutama di protein lonjakan, mengonfigurasi apa yang oleh para peneliti disebut evolusi konvergen. Ini berarti bahwa varian yang berbeda mengalami mutasi identik yang memberikan keuntungan seperti menghindari sistem kekebalan inang atau mengikat lebih efisien ke sel manusia.


HeloBorneo.com — Ilustrasi: Rekombinasi gen. (Foto: freepik)

 

Sembilan situs mutasi lonjakan terarah terdeteksi sebelum Februari 2021, diikuti oleh 14 antara saat itu dan Juli. Dengan penyebaran varian Delta, lebih banyak mutasi protein lonjakan diamati, serta tanda-tanda rekombinasi, salah satu faktor yang dapat menyebabkan munculnya varian baru.

Rekombinasi adalah penataan ulang materi genetik, terutama dengan bergabungnya segmen DNA dari strain yang berbeda. Tanda-tanda rekombinasi yang melibatkan Omicron juga diamati.

Pada bulan Desember tahun 2021 lalu, para peneliti menganalisis 146 urutan genom Omikron dari Australia, Austria, Belgia, Botswana, Kanada, Inggris, Jerman, Hong Kong, Israel, Italia, dan Afrika Selatan.

Dari analisis tertebut, ditemukan bukti rekombinasi ketika urutan dari Beta, Delta dan Omicron disejajarkan, menunjukkan bahwa ko-sirkulasi beberapa varian dapat meningkatkan peristiwa rekombinasi. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini