29 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Siap-siap! Ada 2 ‘Supermoon’ Pada Januari 2018

2 min read
supermoon
HeloBorneo.com – Ilustrasi Supermoon. (Foto: NASA/Bill Ingalls via Getty Images/AFP)

JAKARTA | Pecinta sains, terutama yang berhubungan dengan planet dan antariksa, atau yang sering disebut astronomi akan menantikan fenomena langka di awal tahun 2018 ini. Fenomena tersebut yaitu munculnya Supermoon sebanyak dua kali dalam 1 bulan, yaitu Januari 2018.

Pengamat dan pecinta astronomi di Indonesia dapat mengamati Supermoon sebanyak dua kali fase purnama pada Januari 2018. Peertama, fase Supermoon terjadi di awal tahun, tepatnya tanggal 2 Januari 2018. Lalu, fase kedua akan terjadi pada tanggal 30 dan 31 Januari 2018.

Sebagai informasi, Supermoon adalah fenomena astronomi alami. Peristiwa alam ini terjadi pada jarak terdekat Bulan dan Bumi. Pada saat Supermoon ini, Bulan akan terlihat 8 lebih besar 14% dan lebih terang sekitar 30% dari ukuran saat purnama biasa.

Fase Supermoon Pertama

Fenomena Supermoon tanggal 2 Januari mulai bisa dilihat sejak pukul 04:48 WIB. Hanya saja, karena bulan sudah terbenam di wilayah Indonesia menyebabkan fase puncak Supermoon ini tak dapat dilihat. Puncak purnama terjadi lima jam berikutnya pada pukul 09:24 WIB.

BMKG menginformasikan bahwa khalayak ramai sudah dapat menikmati Supermoon sejak 1 Januari 2018 malam. “Bulan akan berada pada jarak terdekatnya dari Bumi pada tahun 2018, yaitu sejauh 356.565 km,” demikian informasi pers tertulis dari BMKG yang diterima HeloBorneo.com, Senin (1/1/2018).

Fase Supermoon Kedua

Fase Supermoon kedua dimulai pada 30 Januari 2018 pukul 16:56 WIB. Pada saat itu, jarak bulan dan bumi terpaut 2 km dari fase Supermoon sebelumnya. Bulan akan berada di perigee sejarak 358.993 km. Berbeda dengan fase pertama, puncak fase purnama Supermoon kedua ini dapat dilihat di malam hari.

Diperkirakan, puncak Supermoon kedua bakal terjadi tanggal 31 Januari 2018, pukul 20:26 WIB.

Gerhana Bulan

Menariknya, kejadian Supermoon di akhir Januari nanti banyak ditunggu, karena fenomena tersebut akan disertai dengan kemunculan gerhana bulan total. Gerhana bulan tersebut diperkirakan akan terjadi dari awal malam hingga tengah malam. Gerhana bulan kali ini dapat teramati dari seluruh wilayah Indonesia. Selama kurang lebih satu jam 16 menit, gerhana total akan berlangsung dan menyebabkan Bulan akan berwarna merah.

Kemungkinan Banjir Rob

Bersamaan dengan datangnya fenomena Supermoon, BMKG mengingatkan kemungkian datangnya banjir rob. BMKG memberikan peringatan bagi warga disekitar pesisir pantai. Berdasarkan informasi tertulisnya, BMKG mengkhawatirkan terjadinya peningkatan pasang air laut maksimum.

Peningkatan pasang maksimum ini dikhawatirkan dapat mengakibatkan banjir rob akibat pasang air laut naik dan menggenangi daratan, terutama di wilayah pesisir. Kemungkinan banjir rob tersebut diperkirakan terjadi dalam rentang waktu tanggal 1 hingga 4 Januari 2018 dan 29 Januari hingga 2 Februari 2018. (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *