17 August, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Mengenal Sungai Aare Swiss, Tempat Anak Ridwan Kamil Hilang

Sungai Aare Swiss menjadi perbincangan di Tanah Air. Pasalnya, sungai yang terletak di Kota Bern, Swiss itu adalah tempat anak Ridwan Kamil hilang akibat terseret arus kuat sungai tersebut.

_______________________________________

sungai aare swiss
Sungai Aare Swiss menjadi perbincangan di Tanah Air. Pasalnya, sungai yang terletak di Kota Bern, Swiss itu adalah tempat anak Ridwan Kamil hilang akibat terseret arus kuat sungai tersebut. | HeloBorneo.com — Sungai Aare, Bern, Swiss. (Foto: dok. Bern)

 

BERN | Anak pertama Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz dilaporkan hilang di Sungai Aare Swiss. Eril, sapaan akrabnya, hilang ketika sedang berenang di sungai tersebut.

Diketahui, Eril sedang berkunjung ke negara pengunungan Alpen itu dengan tujuan mencari sekolah karena akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2.

Sebagai informasi, saat anak Ridwan Kamil hilang itu, sang Gubernur Jabar sedang melaksanakan tugas dinas di London, Inggris.

“Saat kejadian, Pak Ridwan Kamil sedang berada di Inggris dalam kegiatan pemerintahan di luar negeri bersama delegasi dari Pemprov Jawa Barat,” ucap salah seorang anggota keluarga Elpi Nazmuzaman dalam keterangannya Jumat (27/5/2022).

Setelah merampungkan tugas dinas itu, Ridwan Kamil pun segera bertolak ke Swiss dalam upaya mencari sang  putra sulungnya itu.

Hingga Jumat (27/5/2022) siang WIB, pencarian belum juga membuahkan hasil. Keluarga berharap Eril segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Sontak, sejak peristiwa  anak Ridwan Kamil hilang itu, nama sungai Aare Swiss pun menjadi perhatian masyarakat di Tanah Air.

Nah, seperti apalah Sungai Aare di Swiss tempat lokasi kejadian hilangnya Emmeril itu?


sungai aare swiss
HeloBorneo.com — Sungai Aare di Swiss. (Foto: Peter Stein/Shutterstock)

 

Sungai Aare Swiss

Sebagai informasi, sungai Aare memang kerap dijadikan sebagai tempat berenang oleh wisatawan ketika musim panas tiba. Sungai Aare mengalir melalui Bern, kota kecil menawan yang merupakan ibu kota Swiss.

Sungai Aare ini cukup terkenal di mata masyarakat Swiss, dan juga para pelancong yang berkunjung ke tempat tersebut. Pasalnya, selama musim panas, ribuan penduduk lokal maupun mancanegara melompat ke sungai aare, untuk merasakan dinginnya laju air glasial yang mencair dan melalui sungai tersebut.

Sebagaimana dikutip Tim Pewarta HeloBorneo.com pada Jumat (27/5/2022) di situs bern.com, diketahui bahwa Sungai Aare mengalir di sekitar sisi kota Bern.

Sungainya cukup indah, dengan hamparan air biru kehijauan sebening kristal. Keindahannya menjadi tempat ratusan perenang bermain air di musim panas. Sungai ini membentuk kehidupan kota dan mencirikan pemandangan yang indah di Kota Tua Bern. Membentang 288 kilometer, Aare adalah sungai terpanjang yang mengalir seluruhnya di Swiss.

Sungai Aare memiliki arti khusus di ibu kota Swiss, Bern. Orang Bernese memiliki kecintaan khusus pada sungai “mereka”. Mereka memperlakukannya dengan kelembutan yang sama dengan aliran Aare Loop yang terkenal di sekitar kota. Aare adalah kebanggaan dan kegembiraan mereka, serta menjadi pusat kehidupan sehari-hari.

Pada hari-hari musim panas, Bernese akan menemukan alasan untuk melompat ke Aare dan mengapung di sana, menikmati pemandangan kota yang megah dari Kota Tua yang terdaftar di UNESCO. Faktanya, berenang di Aare adalah kegiatan resmi dalam daftar tradisi Swiss. Sehingga menjadi bagian dari pengalaman Bern yang otentik, bahkan bagi pengunjung kota.

_______________________________________

Berita terkait:

_______________________________________

Kondisi Sungai Aare

Sementara Le News mengatakan, selama musim panas, air di sungai ini biasanya hanya memiliki suhu sekitar 21 Celcius, dan kamu bisa mengapung ke salah satu pintu keluar praktis yang ditandai dengan palang merah. Kemudian, salah seorang warga yang bernama Anna Baehni mengatakan, ia hanya berjalan kaki singkat untuk mencapai sungai ini. Di musim panas, dia meluncur ke sungai beberapa kali seminggu.

“Ini adalah tempat yang bagus untuk berteriak dan menyapa orang yang lewat, teman kamu, dan bahkan orang asing,” ungkapnya. Tapi kamu tidak boleh terlalu santai saat tersapu ke dalam sungai, kata Baehni. “Penting untuk mengetahui di mana tempat yang aman untuk berenang, dan mengetahui di mana arusnya”.

Pertama kali Baehni terjun, dia pergi bersama teman-teman yang pernah berenang di sana. Mereka menunjukkan padanya cara aman mengikuti arus sungai. Berenang yang aman juga berarti diri kamu tidak dalam keadaan mabuk sebelum melompat. Sebab, tahun 2013, mayoritas orang yang tenggelam di sungai berada di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan lain.

Tips keamanan lainnya adalah bila arus sungai tinggi setelah hujan lebat, pilihan yang terbaik adalah menikmati arus dari atas. Sebab, kayu gelondongan dan kapar mungkin membuat kepala perenang pusing. Kemudian kamu juga bisa berenang di malam hari karena air telah dihangatkan oleh matahari sepanjang hari.

Menyewa Mainan Air

Perahu karet bisa disewa di sini bila kamu ingin berlayar menyusuri keindahan sungai. Penduduk setempat mungkin akan mencibir dengan pakaian yang kamu kenakan saat berada di sungai. Jadi pertimbangkan untuk mengenakan pakaian selam demi keselamatan dan daya apung. Kamu bisa menyewa pakaian selam yang tersedia di sekitar sungai.

Tempat Melompat

Schönausteg adalah tempat yang tepat untuk melompat dari jembatan karena jaraknya yang cukup rendah. Namun, kamu harus melihat terlebih dahulu ke bagian ke hulu sebelum melompat untuk menghindari melompat pada seseorang yang tengah berenang di bawah jembatan.

Altenbergsteg adalah titik masuk dan keluar yang populer sebagai tempat selancar bungee. Peselancar mengikat tali bungee panjang ke pohon, merentangkannya ke bawah sungai, naik papan selancar mereka lalu melepaskan talinya dan berselancar di sungai. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini