30 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Kian Populer, Pisang Asal Kaltim Kembali Diekspor ke Malaysia

2 min read
HeloBorneo.com – Ilustrasi: Panen buah pisang (Foto: ANTARA)

HeloBorneo.com – SAMARINDA | Program pemerintah untuk meningkatkan ekspor dengan menurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam tak terbarukan terus diupayakan, baik di tingkat nasional maupun tingkat daerah. Baru-baru ini, Provinsi Kaltim melakukan terobosan terkait akselerasi ekspor yang tidak hanya mengandalkan batu bara.

Memang harus diakui, salah satu hasil bumi yang membuat bumi Kaltim terkenal yaitu batu bara. Untuk itu, pemprov bertekat untuk terus menggenjot ekspor selain batu bara dan SDA tak terbarukan, baik dari segi keberagaman jenis komoditas maupun dari segi peningkatan jumlah ekspornya.

Baru-baru ini, tepatnya akhir Oktober 2019 lalu, Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) Balikpapan mengukir sejarah, dengan keberhasilan melakukan ekspor pisang kepok ke Malaysia. Pisang-pisang ini merupakan buah hasil tanam para petani binaan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) di Kecamatan Kaliorang, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Tak tanggung-tanggung, jumlah pisang yang diekspor adalah sebanyak 20 ton.

Kegiatan pelepasan ekspor tersebut tak terlepas sebagai buah keberhasilan salah satu program dari Badan Karantina Pertanian untuk terus mendukung kegiatan ekspor berbasis pertanian dan perkebunan.

Ekspor Pisang Terus Berlanjut

Nah, untuk kali kedua, Kaltim pun kembali melepas ekspor pisang ke Malaysia. Acara pelepasan ekspor komoditas pisang kepok ke Malaysia ini juga dalam rangka memeriahkan “Gebyar Pertanian ke-3” yang berlangsung di wilayah Kalimantan, Sabtu (20/11/2019) lalu.

HeloBorneo.com – Gubernur Kalimantan Timur Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si melepas ekspor pisang kepok seberat 20 ton  ke Malaysia, Sabtu (30/11). (Foto : Karantina Pertanian Samarinda)

Gubernur Kalimantan Timur Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si dan Wakil Walikota Samarinda M. Barkati S.Sos. menghadiri acara pelepasan ekspor pisang kepok tersebut.

Peluncuran Aplikasi I-Mace

Kesempatan pelepasan ekspor pisang kepok ini juga menjadi momentum bagi peluncuran aplikasi I-Mace, atau Indonesian Map of Agricultural Commodities Eksport. Aplikasi ini memberikan informasi tentang peta potensi
komoditas pertanian untuk diekspor yang terdapat di wilayah Kalimantan Timur.

Kepala Karantina Pertanian Balikpapan Abdul Rahman, SP, MP dan Kepala Karantina Pertanian Samarinda Drh. Agus Sugiyono, M. AP,, memberikan langsung aplikasi tersebut kepada Gubernur Kaltim Isran Noor.

HeloBorneo.com – Kepala Karantina Pertanian Balikpapan Abdul Rahman, SP, MP dan Kepala Karantina Pertanian Samarinda Drh. Agus Sugiyono, M. AP,, memberikan langsung aplikasi tersebut kepada Gubernur Kaltim Isran Noor. (Foto: niagaasia)

Abdul Rahman berharap keberadaan aplikasi I-Mace ini dapat membantu Pemprov memberi informasi terkini terkait data serta peta potensi komoditas pertanian yang cukup lengkap. Informasi tersebut sangat berguna dalam hal menggali peluang ekspor komoditas pertanian dari Provinsi Kaltim.

Gubernur Kaltim, Isran Noor mengatakan Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara (IKN) terpilih memiliki potensi besar dalam perdagangan internasional.

HeloBorneo.com – Gubernur Kaltim Isran Noor bersama dengan Kepala Karantina Pertanian Balikpapan Abdul Rahman, SP, MP dan Kepala Karantina Pertanian Samarinda Drh. Agus Sugiyono, M. AP. di Samarinda, Sabtu (20/11/2019) lalu. (Foto: Antara/Arumanto)

Isran Noor pun mengingatkan masyarakat Kaltim untuk selalu menggali potensi ekspor, dan memanfaatkan sebaik-baiknya.

“Kita sebagai warga asli, harus bersiap menggali potensi seluruh komoditas pertanian asli Kaltim ini, agar bisa diekspor. Apalagi dengan bantuan Aplikasi I-Mace dari Karantina,” tegas Isran.

(HB)

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *