Sat. Jul 11th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Jangan Lewatkan! Flower Moon Jadi Supermoon Terakhir di 2020

2 min read
flower moon
HeloBorneo.com – Ilustrasi: Supermoon bernada merah mencolok saat naik pada 3 Desember 2017 di Washington, DC. Ini adalah satu-satunya supermoon tahun 2017. Itu juga yang pertama dalam rangkaian yang tidak biasa dari tiga supermons berturut-turut, dengan dua berikutnya datang pada Januari. 1 dan 31 Januari 2018 lalu. (Foto: Bill Ingalls/NASA/Getty Images)

PONTIANAK | Jangan lewatkan kemunculan supermoon bulan Mei ini, tepatnya pada Kamis (7/5/2020) besok, yang disebut sebagai Flower Moon, sekaligus yang terakhir tahun 2020 ini.

Para pengamat menyebutnya “Flower Moon” atau “Bulan Bunga” karena kemunculannya di awal periode musim semi. Diketahui, musim semi adalah waktunya bunga-bunga bermekaran dengan indahnya.

Supermoon terakhir tahun 2020 akan mencapai puncaknya pada Kamis (7/5/2020) besok. Kemunculannya akan menjadi pandangan yang indah bagi orang-orang yang mengamatinya. Sebagaimana diberitakan cbsnews, NASA mengatakan penampakan Flower Moon bakal terlihat penuh dari Selasa malam sampai Jumat pagi. Dengan demikian, akan ada banyak kesempatan untuk melihat sekilas.

Asal Muasal sebutan Flower Moon

Bulan purnama di bulan Mei disebut “Flower Moon” atau “Bulan Bunga” oleh beberapa suku asli Amerika. Penyebutan itu untuk sejumlah besar bunga yang mekar bulan Mei ini. Dikutip dari The Old Farmer’s Almanac, penyebutannya terkadang sebagai sebagai Bulan Tanam Jagung dan Bulan Susu. Bahkan beberapa ada yang menyebutnya “Super Flower Moon“.

Pihak NASA menambahkan, bulan purnama pada Mei tahun ini juga disebut Bulan Waisak. Penyebutan itu disesuaikan dengan liburan Buddha Waisak, yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Buddha Gautama.

Flower Moon” adalah yang terakhir dari serangkaian empat supermoon berturut-turut tahun ini. Kemunculan sebelumnya terjadi pada bulan Februari, Maret dan April. Menurut NASA, fenomena supermoon terjadi ketika bulan penuh dan paling dekat dengan Bumi dalam orbit elips pada saat bersamaan. Posisi Bulan dan Bumi ini membuat bulan purnama tampak “sedikit” lebih terang dan lebih besar dari biasanya.

Tak Hanya Supermoon

Supermoon terakhir tahun ini bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan di langit bulan ini.

Hujan meteor Eta Aquarids diperkirakan akan memuncak Selasa pagi dini hari. Fenomena ini akan terlihat di belahan bumi utara dan selatan, dengan pemandangan terbaik sebelum fajar. Disarankan untuk melihat bintang di area terbuka tanpa polusi cahaya untuk menghalangi acara utama alam.

Namun sayangnya, saat hujan meteor memuncak mendekati bulan purnama, hanya bintang jatuh paling terang yang akan dapat dilihat oleh pengamat. (*) [HeloBorneo.com]

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: