27 January, 2023

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Elon Musk Bawa Twitter Tantang YouTube dan Substack, Bagaimana Strateginya?

Sejak Elon Musk resmi mengakuisisi Twitter, banyak sekali langkah eksplosif dan tak terduga pada salah satu platform sosial media itu. Publik pun menanti langkah Elon berikutnya.

_______________________________________

elon musk, twitter
Sejak Elon Musk resmi mengakuisisi Twitter, banyak sekali langkah eksplosif dan tak terduga pada salah satu platform sosial media itu. Publik pun menanti langkah Elon berikutnya. | HeloBorneo.com — Ilustrasi: Twitter dan Elon Musk. (Foto: net)

 

JAKARTA | Twitter bakal menantang platform media sosial lainnya, yaitu YouTube dan Substack. Demikian niatan terkini dari Elon Musk terkait strateginya membesarkan platform medsos berlambang burung biru itu

Sebelumnya, si pemilik baru Twitter itu telah membawa disrupsi ke dalam tubuh perusahaan selama beberapa minggu terakhir.

Belum usai dengan berbagai kebijakan terkait Twitter, Elon Musk kembali mengisyaratkan bahwa platform tersebut dapat membuat gebrakan untuk mencoba menarik para video creator dan penulis kreatif dari platform seperti YouTube dan Substack.

Dia mengisyaratkan hal itu lewat akun pribadinya di Twitter pada Selasa (22/11/2022).



 

Elon Musk Menjawab Komentar

Isyarat mengenai rencana Elon Musk itu berawal ketika dia menanggapi komentar dari Mr. Beast di Twitter. Akun Mr Beast itu menanyakan perbandingan antara data pengguna aktif Twitter dengan YouTube. “Saya ingin tahu seperti apa aktivitas harian YouTube,” demikian komentarnya.

Menanggapi komentar Mr. Beast, Elon Musk pun lantas menjawabnya dengan rencananya terkait Twitter dalam menghadapi persaingan dengan platform media sosial lainnya. “Mari kita lihat apa yang terjadi ketika Twitter menawarkan video yang bagus dengan kompensasi yang lebih tinggi untuk pembuatnya,” ungkap Elon.

Musk juga menanggapi orang lain di platform tersebut dengan mengatakan bahwa Twitter tidak hanya akan mencari kompensasi untuk pembuat video tetapi juga menulis konten. Selain itu, pada Selasa (22/11/2022), perusahaan mengumumkan bahwa Super Follows secara resmi telah diganti namanya menjadi Langganan. Tweet yang mengungkapkan perubahan tersebut mengatakan bahwa itu “liar tapi benar”.

Persiapan Lawan YouTube dan Substack?

Sebagainan dikutip dari Techno, sepertinya semua langkah ini demi menyiapkan Twitter untuk bersaing dengan platform video dan tertulis untuk pembuat konten seperti YouTube dan Substack.

Substack mungkin menjadi target yang lebih mudah bagi perusahaan karena sudah memiliki Revue, pesaing Substack yang sudah terintegrasi lebih erat dengan platform. Namun, ada desas-desus bahwa Twitter dapat menutup Revue pada akhir tahun, jadi tidak jelas visi apa yang dimiliki Musk untuk memberikan kompensasi kepada penulis di layanan tersebut.

Persaingan yang lebih sulit pasti dalam menghadapi YouTube. Platform video ini tidak hanya paling dominan di dunia tetapi juga mesin pencari terbesar kedua di dunia setelah Google, yang tentu saja sebagai pemilik dari YouTube.

Twitter akan memiliki tantangan besar dalam membangun alat dan pengalaman pengguna untuk membuat platform lebih ramah untuk konten video serta menarik pembuat konten dari YouTube. Selain itu, tantangan lainnya adalah bagaimana caranya Twitter dapat menghadirkan platform video terbaik untuk pengguna, juga membayar kreatornya dengan jatah paling banyak.

Elon Musk tampaknya berpikir bahwa Twitter dapat bersaing dengan platform seperti YouTube dan substack. Para pengamat pun menanti langkah selanjutnya. Sementara itu, perusahaan tampaknya kembali menunda peluncuran Twitter Blue yang telah digadang-gadang sebelumnya. (*[HeloBorneo.com]



 

Bagi artikel ini