Tue. Jul 14th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Denmark Longgarkan Lockdown, Pangkas Rambut Kewalahan Layani Pelanggan

3 min read
Denmark longgarkan lockdown
HeloBorneo.com – Pelonggaran kebijakan lockdown, yang diumumkan pada Jumat (15/4/2020) lalu, telah memicu lonjakan untuk membuat pesanan atau janji potong rambut. (Foto: Reuters/BBC)

KOPENHAGEN | Langkah Pemerintah Denmark longgarkan lockdown langsung disambut masyarakatnya. Satu hal yang langsung banyak diminta oleh masyarakatnya yaitu pelayanan pangkas rambut. Jasa pelayanan pangkas rambut gembira dengan pelonggaran kebijakan lockdown. Namun juga merasa kewalahan menghadapi pesanan pelanggan yang membludak.

Diberitakan oleh BBC, Selasa (21/4/2020) lalu, masyarakat Denmark sekarang dapat memangkas rambut di salon untuk pertama kalinya dalam sebulan. Sebelumnya negara Denmark telah mengumumkan akan secara bertahap melonggarkan kebijakan karantina wilayah atau lockdown guna menahan laju penyebaran covid-19.

Rupanya, keinginan masyarakat Denmark untuk memangkas rambut sangat tinggi. Hal tersebut membuat para pemangkas rambut merasa kewalahan.

“Kami benar-benar kewalahan. Maksud saya, permintaan pesanan atau janji untuk pangkas rambut sudah penuh untuk dua minggu ke depan,” kata Phil Olander. Phil adalah pemilik kios pangkas rambut Phil’s Barber di pusat ibu kota Denmark, Kopenhagen.

Pengumuman Sejak Jumat

Pengenduran kebijakan lockdown, yang diumumkan pada Jumat lalu, telah memicu lonjakan untuk membuat pesanan atau janji potong rambut. Olander mengatakan sistem pemesanannya menjadi macet lantaran kebanjiran permintaan dari para pelanggan.

“Penata rambut lainnya memberi tahu saya bahwa dia sudah dipesan penuh untuk tiga minggu ke depan. Dan, akan bekerja berjam-jam demi memenuhi permintaan,” lanjut Olander.

Sekolah Sudah Terlebih Dahulu

Sebelumnya, sejak Rabu (15/4/2020)lalu, anak-anak di Denmark kembali ke sekolah dasar dan taman kanak-kanak setelah kebijakan karantina wilayah dikendurkan.

Tak hanya bisnis pangkas rambut saja yang langsung menggeliat. Bisnis lainnya seperti salon pembuatan tato, salon kecantikan, dokter gigi dan ahli kacamata saat ini diizinkan untuk membuka kembali layanan kepada publik.

Kursus mengemudi juga diizinkan untuk beraktivitas seperti sedia kala. Masing-masing memiliki pedoman baru sesuai protokol kesehatan yang wajib diikuti.

Protokol Kebersihan Wajib Dijalankan

Olander mengatakan, protokol kebersihan wajib diterapkan. “Kami harus membersihkan segala sesuatu antara setiap konsumen,” ujar Olander. “Jadi, kami harus membersihkan setiap sudut, alat-alat pangkap, pokoknya semua, mulai gagang pintu hingga alat pembaca kartu kredit. Jadi banyak pekerjaan tambahanlah,” jelasnya.

Ruang tunggu juga sudah diatur ulang supaya ada jarak bagi setiap orang, dan tidak ada lagi majalah atau surat kabar untuk dibaca.

Seorang pelanggan mengatakan percaya pada protokol kebersihan yang telah dilakukan. “Saya merasa perlu potong rambut dan ini adalah tempat yang saya datangi,” kata salah-seorang pelanggan, Christian Rikhof.

Dia merasa nyaman dengan kebijakan pengurangan pembatasan. “Saya pikir mereka sudah mampu mengendalikannya (virus corona) dan saya percaya pada mereka.”

Siap Melayani

Diberitakan, kebanyakan salon rambut siap melayani konsumennya pada hari pertama saat aturan lockdown dikendurkan.

Seorang pemilik salon Hair Kompagniet, Ayse Akkaya, mengatakan, semua salon yang dilihatnya dipenuhi calon pelanggan yang menunggu giliran. “Di lingkungan tetangga saya, sepuluh salon pertama yang saya lewati semuanya siap melayani konsumen,” ujarnya.

Ayse mengatakan bahw dirinya melakukan protokol kebersihan. Namun, tindakan pencegahan yang dilakukan pemilik salon sangatlah bervariasi. Dirinya mengungkapkan, mengenakan masker wajah dan pelindung saat bekerja.

Setelah sebulan tanpa penghasilan, dia mengaku lega dapat membuka lagi salonnya. Namun dia mengaku tidak semua pelanggannya siap dipangkas rambutnya.

“Orang-orang muda datang. Saya sudah buat janji dengan mereka. Tapi orang-orang tua tidak akan datang.”

Perlahan Mengendurkan Kebijakan

Denmark adalah salah-satu negara Eropa pertama yang mengumumkan kebijakan karantina wilayah dan sekarang menjadi yang pertama secara perlahan-lahan mengendurkannya.

Rabu lalu, anak-anak di negara itu kembali ke sekolah dasar dan taman kanak-kanak. Adapun pembatasan lainnya tetap berlaku hingga setidaknya 10 Mei mendatang. Sejauh ini perbatasan masih ditutup dan pertemuan dibatasi hingga 10 orang. (*) [HeloBorneo.com]

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: