Fri. Jul 10th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Asteroid Raksasa “Bermasker” Melintas Dekati Bumi Pekan Depan

2 min read
Asteroid raksasa "bermasker"
HeloBorneo.com – Anne Virkki, kepala Planetary Radar di Observatorium Arecibo berpose dengan memakai masker dan penampakan asteroid 1998 OR2 yang seolah bermasker di layar monitornya. (Foto: cnet)

PUERTO RICO | Asteroid raksasa “bermasker” melintas dekati Bumi pekan depan. Seolah-olah asteroid ini mengetahui bahwa planet yang akan didekati sedang terpapar pandemi covid-19 dalam skala global.

Begitu dalamnya pengaruh pandemi covid-19 dalam benak setiap orang. Hal  ini juga mempengaruhi para astronom yang meneliti obyek-obyek di luar angkasa. Pikiran bawah sadar mereka seolah melihat tanda-tanda pandemi virus corona di mana-mana. Bahkan para astronom seolah-olah melihat masker wajah di luar angkasa saat ini.

Dilansir dari cnet, Jumat (24/4/2020), observatorium Arecibo di Puerto Rico sedang melacak asteroid yang disebut 1998 OR2 dan menangkap pandangan radar dari para “pengunjung” luar angkasa. Ya, mereka melihat penampakan asteroid yang sedang menuju Bumi, dan seolah-olah permukaannya tertutupi “selimut putih”. Hal ini membuat asteroid itu terlihat seperti memakai masker wajah.

Jarak Aman

Asteroid akan segera mendekati Bumi, tetapi akan berlalu pada jarak yang aman. University of Central Florida berbagi gambar radar asteroid “bertopeng” pada hari Kamis.

HeloBorneo.com – Penampakan asteroid “bermasker” (Foto: cnet)

Asteroid 1998 bertopeng OR2, yang terlihat dalam gambar radar Observatorium Arecibo ini, akan melewati Bumi pada jarak sosial yang aman.

Topografi Asteroid

“Fitur topografi skala kecil seperti bukit dan pegunungan di salah satu ujung asteroid 1998 OR2 menarik secara ilmiah,” kata ilmuwan penelitian Anne Virkki. “Tapi karena kita semua berpikir tentang COVID-19 fitur-fitur ini membuatnya tampak seperti OR2 1998 yang ingat memakai topeng.”

Lebih lanjut, Anne Virkki mengatakan pihaknya telah melihat beberapa pandangan radar yang menyenangkan tentang asteroid di masa lalu. Diantaranya asteroid yang tampak seperti kuda nil dan yang lainnya menyerupai dadu yang berjatuhan. Citra radar yang fuzzy, atau tidak jelas memberikan banyak ruang untuk bermain imajinasi aktif.

Bukan yang Terakhir

Pengamatan radar membantu para ilmuwan mempelajari lebih lanjut tentang asteroid dan jalur orbitnya. Ini bukan kunjungan terakhir asteroid ke lingkungan Tata Surya, dan khususnya Bumi. “Pada 2079, asteroid 1998 OR2 akan melewati Bumi sekitar 3,5 kali lebih dekat daripada tahun ini, jadi penting untuk mengetahui orbitnya secara tepat,” kata ilmuwan riset Flaviane Venditti.

Asteroid 1998 OR2 sekitar 1,2 mil (2 kilometer) dan akan membuat pendekatan terdekat pada 29 April. Gambar masa depan mungkin memberi kita pandangan yang lebih baik pada batu dan topeng maskernya. (*) [HeloBorneo.com]

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: