17 April, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Kabar Baik! Studi Ungkap 1 Dosis Vaksin Ini Mampu Cegah COVID-19

3 min read

Bermacam-macam vaksin sedang diteliti ataupun sudah dalam tahap produksi untuk cegah COVID-19 yang masih merajalela. Kabar baik muncul dari hasil studi terhadap satu vaksin ini.

_____________________________________________

cegah COVID-19, vaksin corona, vaksin johnson and johnson
HeloBorneo.com — Seorang pekerja sedang meneliti sampel darah yang diambil dari relawan di laboratorium Johnson & Johnson yang bertempat di Groblersdal, Afrika Selatan, untuk meneliti percobaan vaksin COVID-19, pada awal Bulan Februari 2021 lalu. (Foto: Jerome Delay/Associated Press/NYT)

 

NEW YORK | Sebuah studi yang dilakukan oleh badan obat dan makanan Amerika Serikat, yaitu FDA, atau Food and Drug Administration, menunjukkan bahwa vaksin buatan Johnson & Johnson berfungsi dengan baik dan mampu cegah COVID-19.

Hasil analisa dari studi itu menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 yang dibuat oleh perusahaan asal Amerika Serikat itu memberikan perlindungan yang kuat terhadap penyakit parah dan kematian akibat COVID-19. Selain itu, vaksin ini dapat mengurangi penyebaran virus oleh orang yang telah mendapatkan vaksinasi.

Sebagaimana dilansir dari The New York Times, Dokumen yang diterbitkan oleh F.D.A. pada Rabu (24/2/2021) menunjukkan bahwa vaksin baru memiliki tingkat kemanjuran keseluruhan 72 persen di Amerika Serikat dan 64 persen di Afrika Selatan, di mana varian yang mengkhawatirkan muncul pada musim gugur yang sekarang menjadi pendorong sebagian besar kasus. Kemanjuran di Afrika Selatan adalah tujuh persen lebih tinggi dari data sebelumnya yang dirilis oleh perusahaan.

Vaksin tersebut juga menunjukkan kemanjuran 86 persen melawan bentuk parah Covid-19 di Amerika Serikat, dan 82 persen melawan penyakit parah di Afrika Selatan. Itu berarti orang yang divaksinasi memiliki risiko yang jauh lebih rendah untuk dirawat di rumah sakit atau meninggal akibat Covid-19. Tak satu pun dari hampir 22.000 orang yang divaksinasi dalam uji coba tersebut meninggal karena Covid-19.


cegah covid-19, vaksin corona vaksin johnson and johnson
HeloBorneo.com — Gedung Johnson & Johnson di Irvine, California. (Foto: REUTERS/Mike Blake)

 

Cukup 1 dosis mampu cegah COVID-19

Dr. Natalie Dean, ahli biostatistik di Universitas Florida mengungkapkan bahwa vaksin ini memenuhi standar. “Vaksin ini benar-benar telah memenuhi standar yang layak untuk diluncurkan dan digunakan. Berkinerja baik,” ujar Natalie.

Dia lantas melanjutkan, bahwa vaksin buatan Johnson & Johnson ini menjadi vaksin resmi lainnya, dan terutama yang hanya membutuhkan satu dosis, dapat memblokir penyebaran virus secara lebih efektif dan menurunkan kasus lebih cepat. “Memiliki lebih banyak produk tersedia adalah keuntungan besar,” lanjut Dr. Dean.

Bila mendapatkan persetujuan, vaksin buatan Johnson & Johnson itu akan menjadi yang pertama untuk pandemi AS. Tidak seperti vaksin resmi yang dibuat oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang membutuhkan dua dosis, Johnson & Johnson hanya perlu satu suntikan saja.

Hal tersebut memungkinkan jumlah warga AS yang divaksinasi penuh untuk meningkat dengan cepat setelah diterapkan. Lebih dari 44 juta orang Amerika telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Moderna dan Pfizer, tetapi hanya sekitar 20 juta yang menerima dosis kedua.

Vaksin Johnson and Johnson jadi vaksin corona ketiga

Laporan tersebut memberikan konfirmasi dari hasil awal yang diumumkan oleh Johnson & Johnson akhir bulan lalu, yang menunjukkan bahwa Amerika Serikat kemungkinan akan segera memiliki akses ke vaksin COVID-19 ketiga yang dikembangkan dalam waktu kurang dari setahun.

FDA kemungkinan besar sudah dapat memberikan otorisasi terhadap vaksin ini paling cepat pada Sabtu (27/2/2021). Namun,  semua itu masih tergantung pada pemungutan suara oleh panel penasehat vaksin pada hari Jumat (26/2/2021). Bila semuanya lancar, distribusi dapat dimulai dalam beberapa hari.

Tak sekedar Cegah COVID-19, tapi juga ada kelebihan lainnya

Vaksin Johnson and Johnson ini juga memiliki kelebihan selain mampu cegah COVID-19, karena lebih mudah dalam hal pendistribusian serta penyimpanan.

Vaksin sebelumnya menggunakan teknologi baru yang disebut mRNA yang membutuhkan freezer untuk penyimpanan jangka panjang. Vaksin Johnson and Johnson, yang menggunakan virus yang lebih kuat untuk mengirimkan gen ke dalam sel, dapat disimpan selama tiga bulan pada suhu lemari es normal.

Hal ini membuatnya lebih mudah untuk didistribusikan dan lebih mudah untuk apotek dan klinik untuk menyimpan. Gedung Putih pada Rabu mengatakan sekitar dua juta dosis vaksin ini akan siap dialokasikan ke negara bagian minggu depan, dengan dua juta lagi untuk apotek dan pusat kesehatan masyarakat.

Departemen kesehatan negara bagian di seluruh negara bagian Amerika Serikat sangat ingin memanfaatkannya untuk cegah COVVID-19 menyebar lebih luas. Di Dakota Utara, yang memiliki salah satu tingkat vaksinasi tertinggi di negara itu, anggota komite etika vaksin negara bagian bertemu minggu ini untuk membahas alokasi dan distribusi vaksin.

Kylie Hall, penasihat vaksin untuk departemen kesehatan negara bagian AS, mengatakan bahwa. data baru dapat membantu memandu keputusan negara bagian mana yang akan diprioritaskan untuk sejumlah kecil dosis yang mungkin tiba minggu depan, katanya.

“Ini mencegah penyakit parah dan kematian akibat COVID-19. Ini adalah berita terbaik yang bisa kami miliki,” tegasnya lagi. (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini
  • 23
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    27
    Shares