2 December, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Wow! Tahun Ini, Transaksi Digital RI Diramal Tembus Rp50 kuadriliun

Transaksi digital semakin menjadi pilihan masyarakat di tanah air. Tidak main-main, Bank Indonesia memberikan prediksi bahwa pada tahun 2022 ini transaksinya akan melibatkan jumlah rupiah  yang sangat fantastis.

_____________________________________________

transaksi digital
Transaksi digital semakin menjadi pilihan masyarakat di tanah air. Tidak main-main, Bank Indonesia memberikan prediksi bahwa pada tahun 2022 ini transaksinya akan melibatkan jumlah rupiah  yang sangat fantastis. | HeloBorneo.com — Ilustrasi: Transaksi digital. (Foto: Thinkstock)

 

JAKARTA | Transaksi digital semakin menjadi perhatian dan juga pilihan hidup yang tak terpisahkan dalam keseharian kita sekarang. Tak tanggung-tanggung, Bank Indonesia (BI) memprediksi nilai transaksi digital banking bakal mencapai hampir Rp50 kuadriliun, tepatnya Rp49.733 triliun pada 2022.

Transaksi digital jadi pilihan lantaran konsumen cepat dan aman serta ditopang oleh semakin banyak merchant yang menyediakan metode pembayaran non-tunai. Tak pelak, ini  pun semakin mempengaruhi arah perkembangan ekonomi di tanah air.

Dalam mengantisipasi antusiasme masyarakat untuk bertransaksi, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. terus memperkuat infrastruktur digital untuk menjamin kenyamanan dan keamanan nasabah. Hal ini tampak dari upaya BRI menghadirkan inovasi di lanskap digital.

“BRI menyadari perubahan perilaku konsumen bergerak begitu cepat di era digitalisasi ini. Saat ini nasabah memerlukan layanan lengkap yang bisa diakses di mana saja dan kapan saja atau sudah tidak ada lagi batasan ruang dan waktu. Untuk itu kami terus beradaptasi dengan menghadirkan layanan yang customer centric,” ujar Indra, Senin (31/1/2022).

Sebelumnya, Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI, Indra Utoyo, di Jakarta pada Senin (24/01/2022) lalu mengungkapkan bahwa kecenderungan masyarakat untuk bertransaksi secara digital menjadi semangat utama dalam menciptakan layanan yang cepat, efektif, dan aman.

Pengembangan transaksi digital lewat inovasi

Langkah pengembangan transaksi digital di Indonesia terus dilakukan, termasuk oleh Bank Rakyat Indonesia. Upaya ini sekaligus dilakukan untuk mencapai visi BRI sebagai The Most Valuable Banking Group In South East Asia & Champion of Financial Inclusion pada tahun 2025.

Inovasi yang diciptakan dengan orientasi customer centric ini pun menuai respon positif dari nasabah. Dimana nilai dan volume transaksi digital banking bisa tumbuh 249,5% year on year (yoy) pada 2021.

Financial Super App BRImo menjadi salah satu produk digital yang mengalami pertumbuhan pesat. BRImo mencatatkan total pengguna hingga 14,15 juta pengguna per akhir 2021.

Adapun laju transaksi tumbuh 66,24% yoy menjadi 1,27 miliar transaksi pada periode yang sama. Laju transaksi yang melaju kencang itu berbanding lurus dengan nilai transaksi di BRImo internet banking yang tumbuh 119,26% yoy menjadi Rp3,17 triliun.

“Kami akan terus memperkaya fitur-fitur yang sesuai dengan kebutuhan nasabah pada layanan BRImo. Financial super app yang kami kembangkan ini dapat menjadi solusi holistic perbankan hanya dalam genggaman tangan saja,” kata Indra.


transaksi digital
HeloBorneo.com — Gedung BRI. (Foto: ist)

 

Pertumbuhan menggembirakan

Ada pula layanan BRI Application Programming Interface (BRIAPI) yang juga membukukan sales volume triple digit pada tahun lalu. Layanan digital tersebut mencatatkan sales volume sebesar Rp174,5 triliun atau meroket 305,8% yoy.

Pertumbuhan ini sejalan dengan strategi BRI untuk agresif menjalin kemitraan untuk implementasi BRIAPI. Telah ada 386 mitra perusahaan digital seperti e-commerce, fintech, ride hailing, API enabler, health tech, hingga perusahaan non digital seperti institusi pendidikan dan lembaga pemerintahan yang telah terjangkau oleh layanan BRIAPI.

Tidak hanya itu, BRI juga senantiasa menjembatani nasabah yang belum familiar dengan digitalisasi agar tetap bisa memperoleh layanan keuangan. Komitmen ini diwujudkan melalui peran AgenBRILink yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.

Kinerja Agen BRILink dalam melayani kebutuhan perbankan nasabah pun tercatat melebihi target. Volume transaksi melalui AgenBRILink berhasil mencapai Rp 1.002 triliun per November 2021 atau melebihi target tahunan yang sebesar Rp1.000 triliun.

“BRI menerapkan konsep hybrid bank untuk menjangkau beragam karakteristik nasabah di Indonesia. Dalam implementasi hybrid bank, BRI menerapkan prinsip ‘phygital’ atau physical and digital. Keduanya merupakan paduan keunggulan layanan fisik secara langsung dan tentunya secara digital,” pungkasnya. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini