1 October, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Tahun Ini, World Bank Sebut Ekonomi Indonesia Mandek di 0%

2 min read
World Bank sebut Ekonomi Indonesia mandek di 0%
HeloBorneo.com – Ilustrasi: Kegiatan ekonomi di pelabuhan peti kemas. ( Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

JAKARTA | Akibat Pandemi covid-19, tahun 2020 ini, World Bank sebut Ekonomi Indonesia mandek di 0% saja, alias tidak tumbuh. Bagaimana kondisi ini dibandingkan secara global ataupun regional?

Pengumuman World Bank, atau Bank Dunia, memberikan awan gelap bagi pertumbuhan ekonomi secara nasional dan global. Pasalnya, World Bank mengatakan bahwa ekonomi dunia secara keseluruhan akan mengalami kontraksi tahun ini.

Besaran kontraksi tersebut secara global diperkirakan mencapai angka -5,2 persen pada 2020. Kontraksi ekonomi tersebut terjadi sebagai akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Bahkan, Presiden World Bank, David Malpass mengatakan, pandemi covid-19 telah membahayakan kemajuan pembangunan yang telah berjalan selama beberapa dekade terakhir. Lockdown dan penutupan ekonomi di negara-negara maju maupun negara-negara lain di belahan dunia manapun  menyebabkan roda ekonomi berhenti.

Sebagaimana dikutip pada Selasa (9/6/2020) dari Global Economic Prospects edisi Juni 2020. Bank Dunia menggambarkan bahwa ekonomi global mengalami pukulan dahsyat. World Bank menyebut kondisi ini sebagai resesi ekonomi terdalam sejak perang dunia II. “Perkiraan dasar (baseline forecast) kami tersebut mencerminkan resesi global terdalam sejak Perang Dunia II,” jelas David Malpass.

World Bank Sebut Aktivitas Global Menurun

Aktivitas ekonomi di negara-negara maju diperkirakan Bank Dunia akan terperosok hingga -7 persen. Amerika Serikat jatuh sedalam -6,1 persen tahun ini, sementara Eropa -9,1 persen dan Jepang -6,1 persen.

Sementara itu, emerging market atau negara yang tumbuh cepat maupun negara-negara berkembang akan terkoreksi hingga -2,5 persen.

Hal tersebut menyebabkan turunnya pendapatan per kapita masyarakat global. Besarannya diperkirakan bisa jatuh hingga 3,6 persen dan akan menyebabkan jutaan orang masuk ke dalam kemiskinan ekstrem pada tahun ini. Tekanan itu akan menghantam negara yang kondisi pandeminya paling parah dan ekonominya sangat tergantung pada perdagangan global, pariwisata, ekspor komoditas hingga pembiayaan eksternal.

Khusus untuk negara-negara kawasan Asia Timur dan Pasifik, Bank Dunia memperkirakan aktivitas ekonomi akan terkontraksi sebesar -1,2 persen, dan pulih kembali pada 2021 di posisi 5,4 persen. Ekonomi China diperkirakan akan melambat sebesar 1 persen dan baru akan pulih hingga 6,9 persen pada 2021.

World Bank Sebut Ekonomi Indonesia Mandek di 0%

Sementara itu, Wakil Presiden World Bank bidang Kesetaraan Pertumbuhan, Keuangan dan Institusi, Ceyla Pazarbasioglu, juga menyebutkan kabar bagi Indonesia. World Bank sebut Ekonomi Indonesia mandek di 0%.  Ekonomi Indonesia diperkirakan stagnan alias tumbuh di kisaran nol persen. Kondisi ekonomi diperkirakan pulih pada tahun 2021 di kisaran 4,8 persen pada 2021. Sementara, negara-negara ASEAN lainnya seperti Malaysia -3,1 persen dan pulih dikisaran 6,9 persen, Filipina -1,9 persen dan pulih 6,2 persen, Thailand -5 persen dan pulih 4,1 persen serta Vietnam mampu bertahan di posisi 2,8 persen dan pulih dikisaran 6,8 persen.

“Ini adalah outlook yang sangat serius, dengan krisis yang cenderung akan meninggalkan bekas luka jangka panjang dan menimbulkan tantangan global yang besar,” kata Ceyla. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •