17 May, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Viral! Polemik Serangan Umum 1 Maret 1949, Beredar Video Sultan HB X Ungkap Peran Soeharto

Serangan Umum 1 Maret 1949 telah lama menjadi penanda ketangguhan Negara Republik Indonesia dan Tentara Republik dalam menghadapi perlawanan Belanda. Sayangnya, laga heroik tersebut tengah menjadi pusaran polemik tentang peran Soeharto di peristiwa bersejarah itu.

________________________________________

serangan umum 1 maret 1949
Serangan Umum 1 Maret 1949 telah lama menjadi penanda ketangguhan Negara Republik Indonesia dan Tentara Republik dalam menghadapi perlawanan Belanda. Sayangnya, laga heroik tersebut tengah menjadi pusaran polemik tentang peran Soeharto di peristiwa bersejarah itu. | HeloBorneo.com — Sultan HB X berpidato tentang Serangan Umum 1 Maret 1949. (Tangkapan layar TikTok @ekopatriosuper)

 

JAKARTA | Kisah Serangan Umum 1 Maret 1949 sedang menjadi polemik hangat di masyarakat. Hal ini terjadi disulut oleh terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara.

Keppres tersebut ditandatangani Jokowi pada 24 Februari 2022 lalu. Sejak itu, Keppres itu terus menuai polemik dari masyarakat. Pasalnya, kontroversi muncul lantaran Keppres itu mencantumkan Soekarno-Hatta sebagai penggerak Serangan Umum (SU) 1 Maret 1949.

Padahal, sebagaimana diketahui luas, Soekarno-Hatta telah ditangkap Belanda sejak 19 Desember 1948, dan keduanya diasingkan. Baru setelah Serangan Umum 1 Maret 1949 itu,  tepatnya pada 6 Juli 1949, Soekarno-Hatta yang ditangkap dan diasingkan Belanda tersebut kembali ke Yogyakarta.

Video viral Sultan HB X mengenai Serangan Umum 1 Maret 1949

Di tengah polemik itu, kini viral beredarvideo  pidato Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X terkait sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949.

Berdasarkan pantauan diksimedia.com video itu diunggah dari akun TikTok Eko Patrio @ekopatriosuper.

Eko Patrio pun meminta follower dan netizen menyimak cuplikan video pidato Sri Sultan HB X itu. “Dengar baik-baik cuplikan pidato Sri Sultan Hamengkubuwono X agar paham. Di situ ada nama Soeharto tidak?,” tegas Ekopatrio di akunnya itu.

Pidato Sri Sultan HB X Perjelas Peran Letkol Soeharto

Dalam video itu, terlihat Sri Sultan HB X berpidato. Beliau menyinggung sosok-sosok penting di balik Serangan Umum (SU) 1 Maret 1949 yang berhasil menduduki ibu kota negara Yogyakarta selama enam jam, yang saat itu dikuasai militer Belanda.

“Sepanjang Desember 1948 hingga Februari 1949 terjadi serangan terus-terusan terhadap pos-pos Belanda oleh gerilyawan TNI. Adanya perlawanan sporadis, pada akhirnya melahirkan gagasan untuk melakukan serangan umum yang lebih besar dari segala penjuru. Sultan HB IX mengirim surat kepada Panglima Soedirman dan menganjurkan agar mengadakan serangan guna merebut Yogyakarta dari tangan Belanda,” kata Sri Sultan.

Panglima Besar Jenderal Soedirman, menurut Sri Sultan, menerima dengan baik gagasan yang disampaikan ayahnya itu (Sri Sultan HB IX).

Hanya saja, mengingat saat itu Jenderal Soedirman bersama pasukannya sedang perang gerilya keluar masuk hutan yang sekarang masuk perbatasan Provinsi DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Jenderal Soedirman pun menyarankan Sultan HB IX berkonsultasi dengan Letkol Soeharto.

“Panglima Soedirman menyetujui saran Sri Sultan Hamengkubuwana IX, dan meminta Sri Sultan untuk berkoordinasi dengan Letnan Kolonel Soeharto sebagai komandan Brigade 10/Wehrkreise III. Tak lama, Sri Sultan dan Letkol Soeharto melakukan pertemuan dan keduanya sepakat untuk melakukan Serangan Umum 1 Maret 1949 pada pukul 06.00 pagi, dan memang benar terjadi,” jelas Sultan HB X.

Menurut Sri Sultan, serangan besar-besaran itu sukses membuat malu militer Belanda. Hal itu juga semakin meneguhkan eksistensi Republik Indonesia dalam diplomasi internasional di sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). “Sesaat setelah sirine tanda selesainya jam malam meraung-raung di seantero Yogyakarta, suara tembakan serentak terdengar di mana-mana. Untuk pertama kalinya sejak Kota Yogya jatuh ke tangan Belanda, pasukan TNI berhasil memasuki wilayah kota,” kata Sri Sultan di penghujung video.

Polemik sejak adanya Keppres Nomor 2 Tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara

Sebagai informasi, polemik tentang peran Soeharto di hari bersejarah Serangan Umum 1 Maret 1949 muncul sejak Keppres Nomor 2 Tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara diteken Jokowi.

Kemunculan Keppres itu memicu pro kontra sekaligus menghangatkan suhu politik nasional.

Banyak pihak yang bertanya perihal direduksinya peran Soeharto, dan dicantumkannya nama Soekarno-Hatta sebagai penggerak serangan bersejarah yang menghentak dunia dan memberitahukan bahwa Negara Republik Indonesia serta Tentara Republik masih ada.

@ekopatriosuper

Yuk belajar sejarah lagi

♬ suara asli – Ekopatrio – Ekopatrio

(*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini