Wed. Jul 8th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Viral Bank Bermasalah, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Stabil

2 min read
kondisi perbankan stabil
HeloBorneo.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (ist)

JAKARTA | Viral bank Bermasalah, OJK memastikan bahwa kondisi perbankan stabil. Viralnya informasi soal sejumlah bank bermasalah membuat Otoritas Jasa Keuangan angkat bicara. Informasi lama itu mengkaitkan kondisi beberapa bank, dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengungkapkan nama tujuh bank bermasalah.

Melalui siaran pers yang diterima HeloBorneo.com, Kamis, (11/6/2020), Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK, Anto Prabowo mengatakan bahwa informasi viral tersebut adalah berita lama yang dimanfaatkan sebagian pihak untuk menarik dana nasabah dari bank-bank tersebut. “Viralnya berita lama tersebut juga dimanfaatkan oknum yang tidak beretika sebagai marketing gimmick untuk menarik nasabah bank,” jelas Anto.

Menanggapi informasi viral tersebut, sebelumnya Ketua BPK Agung Firman Sampurna, juga telah meminta para nasabah perbankan agar tidak perlu khawatir, takut, atau ragu terhadap bank-bank tersebut. Menurut Agung Firman Sampurna, pengawasan bank-bank tersebut dilakukan langsung oleh OJK.

Indikator Sehat, Kondisi Perbankan Stabil

Anto Prabowo mengatakan bahwa pihak OJK memastikan bahwa kondisi perbankan stabil. Indikator industri perbankan saat ini dalam kondisi stabil dan terjaga. Kestabilan itu sangat terukur, dan terlihat dari rasio keuangan hingga April 2020. Angka-angka tersebut berada dalam batas aman atau treshold. Misalnya, dari sisi permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 22,13 persen.

Indikator lainnya, kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross 2,89 persen. Sementara, NPL Net sebesar 1,09 persen. Likuiditas juga aman, terlihat dari kecukupan likuiditas melalui rasio alat likuid per non-core deposit pada level 117,8 persen, dan alat likuid per Dana Pihak Ketiga (DPK) terpantau di level 25,14 persen. Indikator-indikator tersebut menunjukkan angka yang sehat, yaitu jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

Tidak Mudah Terpancing Isu

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat tidak mudah terpancing isu yang meresahkan terkait perbankan, dan diharapkan tetap tenang. “Untuk itu OJK mengharapkan, masyarakat tetap tenang dan melakukan transaksi perbankan secara wajar dan jika membutuhkan informasi mengenai sektor jasa keuangan bisa menghubungi Kontak OJK 157 atau melalui WA di nomor 081157157157,” ujar Anto Prabowo.

Selain pengawasan, OJK juga menjalin koordinasi dengan badan lainnya, diantaranya yaitu BPK. Hal tersebut untuk memastikan kondisi perbankan stabil

Anto Prabowo mengatakan bahwa pihak OJK dan BPK senantiasa melakukan koordinasi. Dengan demikian, fungsi pengawasan bank berjalan efektif untuk melindungi kepentingan nasabah. OJK menyambut baik ketegasan BPK yang telah melakukan klarifikasi ke media bahwa BPK tidak pernah membuat statement yang banyak diberitakan.

Selain itu, OJK juga melakukan tindak lanjut atas setiap temuan serta rekomendasi BPK terkait pengawasan perbankan. “OJK juga sudah menyelesaikan dan melakukan tindak lanjut atas rekomendasi yang diberikan BPK,” pungkasnya. (*) [HeloBorneo.com]

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: