26 November, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

35 Investor Global Prihatin Dampak UU Ciptaker: Merusak Lingkungan

3 min read
uu ciptaker
Belum genap sehari disahkan, UU Omnibus Law atau UU Ciptaker (Cipta Kerja) kembali jadi sorotan. Kali datangnya dari dunia internasional. Tepatnya datang dari beberapa lembaga investor global. | HeloBorneo.com – Ilustrasi (net)

JAKARTA | Belum genap sehari disahkan, UU Omnibus Law atau UU Ciptaker (Cipta Kerja) kembali jadi sorotan. Kali datangnya dari dunia internasional. Tepatnya datang dari beberapa lembaga investor global.

Sejumlah 35 investor global yang mewakili investasi (AUM) senilai 4,1 triliun dolar AS membuat surat terbuka kepada pemerintah Indonesia menyikapi Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja. Ke-35 investor itu berpandangan RUU yang baru saja disahkan pemerintah dan DPR ini akan merusak iklim investasi.

Sebagaimana dilansir HeloBorneo.com dari Reuters, Selasa (6/10/2020), puluhan investor itu mengungkapkan keprihatinan mereka lewat sebuah surat terbuka yang ditujukan ke pemerintah Indonesia.

Melalui surat itu, mereka menyikapi Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja. Ke-35 investor itu berpandangan RUU yang baru saja disahkan pemerintah dan DPR ini akan merusak iklim investasi. RUU Cipta Kerja dianggap bakal melanggar standar praktik terbaik internasional yang ditujukan untuk mencegah konsekuensi berbahaya dari aktivitas bisnis. Pada akhirnya hal ini akan menghalangi investor dari pasar Indonesia.

UU Ciptaker dianggap bakal melanggar standar praktik terbaik internasional yang ditujukan untuk mencegah konsekuensi berbahaya dari aktivitas bisnis. Pada akhirnya hal ini akan menghalangi investor dari pasar Indonesia.

Surat itu juga menyoroti kerangka perizinan, pemantauan kepatuhan lingkungan, konsultasi publik, dan sistem sanksi yang diyakini akan berdampak parah terhadap lingkungan, hak asasi manusia dan ketenagakerjaan. Kekhawatiran inilah yang menjadi sumber ketidakpastian yang dihindari investor.

“Sebagai investor, kami khawatir deregulasi ini akan berdampak negatif bagi perusahaan investasi dan portofolio kami secara keseluruhan karena berpotensi meningkatkan risiko reputasi, operasional, regulasi, dan iklim yang ditimbulkan bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia,” demikian bunyi pernyataan surat terbuka itu.

UU Ciptaker berdampak negatif bagi lingkungan

uu ciptaker
HeloBorneo.com – Polisi anti huru hara mengendarai sepeda motor saat menjaga gedung DPR RI di Jakarta, Indonesia, 5 Oktober 2020. (Foto: REUTERS / Ajeng Dinar Ulfiana)

Lebih jauh, para investor khawatir soal perlingdungan pemerintah terhadap lingkungan hidup. Para investor ini mengatakan khawatir UU Ciptaker dapat menghambat upaya untuk melindungi hutan di Indonesia.

“Meskipun kami menyadari perlunya reformasi hukum bisnis di Indonesia, kami memiliki kekhawatiran tentang dampak negatif dari langkah-langkah perlindungan lingkungan yang dipengaruhi oleh Omnibus Law Cipta Kerja,” ungkap Peter van der Werf, perwakilan dari Robeco, dalam surat tersebut.

“Perubahan peraturan yang diusulkan memang bertujuan untuk meningkatkan investasi asing. Tapi mereka beresiko melanggar standar internasional untuk mencegah konsekuensi berbahaya yang tidak diinginkan dari kegiatan bisnis,” demikian lanjut pernyataan dalam surat itu.

Para investor sendiri saat ini sedang mengambil sikap untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan. Mereka mendesak pemerintah di negara berkembang untuk melindungi alam.

Berikut daftar ke-35 investor global tersebut:

  1. a.s.r. asset management
  2. ACTIAM
  3. Aviva Investors
  4. BMO Global Asset Management
  5. Boston Common Asset Management
  6. Christian Super
  7. Church Commissioners for England
  8. The Church of England Pension Board
  9. Congregation of Sisters of St. Agnes
  10. Dana Investment Advisors
  11. Domini Impact Investments LLC
  12. Dominican Sisters ~ Grand Rapids
  13. Dominican Sisters of Mission San Jose
  14. Dominican Sisters of San Rafael
  15. Figure 8 Investment Strategies
  16. Future Super
  17. Green Century Capital Management
  18. Indép’AM
  19. Karner Blue Capital
  20. KLP
  21. Legal & General Investment Management
  22. Local Authority Pension Fund Forum
  23. NN Investment Partners
  24. OP Investment Management
  25. Pax World Funds
  26. Religious of the Sacred Heart of Mary Western Province
  27. Robeco
  28. Seventh Generation Interfaith, Inc.
  29. The Sister of St. Francis of Philadelphia
  30. Sisters of St. Joseph of Orange
  31. Skye Advisors LLC
  32. Socially Responsible Investment Coalition
  33. Storebrand Asset Management
  34. Sumitomo Mitsui Trust Asset Management
  35. Trillium Asset Management

Sebelumnya, UU Ciptaker juga menjadi sorotan internasional yang datang dari Council of Global Union, lembaga yang didirikan oleh beberapa serikat pekerja internasional.

uu ciptaker
HeloBorneo.com – Suasana demo buruh tolak UU Ciptaker (Foto: ist/Antara)

Surat itu ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dan ditandatangani oleh sederet pentolan serikat pekerja internasional. Dalam surat itu, mereka meminta pemerintah Jokowi mencabut UU Ciptaker.

Mereka juga meminta pemerintah memastikan undang-undang apa pun yang akan disahkan tidak mengurangi hak dan manfaat pekerja. Hak manfaat yang dimaksud adalah yang dijamin di dalam UU 13 2003 tentang ketenagakerjaan, serta standar ketenagakerjaan internasional. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 20
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    21
    Shares