23 June, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

UAS Dideportasi, Minta Penjelasan Dubes Singapura di Jakarta: Apakah Karena Teroris, ISIS, atau Narkoba?

UAS dideportasi pihak imigrasi Singapura. Kejadian ini menjadi viral di media sosial, dan lantas berlanjut di media massa nasional seantero Tanah Air. Ulama kondang ini pun meminta penjelasan pihak Kedutaan Singapura melalui Dubesnya di Jakarta.

_______________________________________

uas dideportasi, ustaz abdul somad
UAS dideportasi pihak imigrasi Singapura. Kejadian ini menjadi viral di media sosial, dan lantas berlanjut di media massa nasional seantero Tanah Air. | HeloBorneo.com — Ustaz Abdul Somad (Tangkapan layar kanal youtube Hai Guys Official)

 

JAKARTA | Viral di media sosial bahwa Ustaz Abdul somad terkena deportasi pihak imigrasi Singapura. Akibatnya, ulama kondang itu bersama keluarga dan sahabatnya tidak dapat masuk ke negara pulau tersebut.

Sebelum memberikan keterangan di kanal itu, ulama asal Pekanbaru Riau itu telah menayangkan sebuah foto dan video singkat melalui akun Twitter nya, @UAS_AbdulSomad, pada Senin (16/5/2022).

Unggahan itu cukup mengejutkan. Pasalnya, UAS menayangkan foto dan video yang menggambarkan suasana dirinya sedang berada di ruangan kecil ukuran 1×2 meter dan dikurung seperti di penjara.


uas dideportasi


 

Dalam unggahannya di  bahwa dia sedang berada di Imigrasi Singapura. Kondisi yang dia unggah adalah saat sebelum dirinya dideportasi.

“UAS di ruang 1×2 meter seperti penjara di imigrasi, sebelum dideportasi dari Singapore,” kata UAS.

Terkait hal itu, Ustaz Abdul Somad yang juga cukup dikenal dengan inisial UAS memberikan keterangan melalui kanal youtube Hai Guys Official mengenai kabar dirinya dideportasi dari Singapura.


uas dideportasi
HeloBorneo.com — Ustaz Abdul Somad membagikan fotonya saat dikurung di kamar imigrasi Singapura. (Foto: ist)

 

Lewat tayangan di kanal youtube yang tayang mulai Selasa (17/5/2022) itu, UAS memberikan penjelasan. UAS memastikan kejadian deportasi yang menimpa dirinya dan rombongan memang benar dan bukan hoaks. “Info bahwa saya dideportasi dari imigrasi Singapura itu shohih, betul bukan hoaks,” kata UAS di awal tayangan video.

Sebelumnya, pada awal video itu tampak beberapa tayangan singkat mengenai proses UAS sekeluarga saat tiba di Batam, hendak menyeberang ke Singapura via Batam menggunakan kapal feri, sampai di pelabuhan Tanah Merah Singapura, proses imigrasi, sampai suasana saat meninggalkan pelabuhan feri Singapura itu untuk menuju kembali ke Tanah Air.

“Jam 18.10 waktu Singapura, UAS meninggalkan Pelabuhan Tanah Merah menuju pelabuhan Batam Center, Batam,” jelas keterangan di video itu.  Seseorang di video itu juga bersuara memberikan penjelasan, “Sejatinya kami akan pulang besok tanggal 17 Mei tinggalkan Singapura tapi kami semuanya dideportasi.”

Sebelum UAS Dideportasi, Ini Kronologi Berangkat ke Singapura 

Pada video itu, UAS membeberkan kronologi perjalanannya menuju Singapura. “Saya berangkat Senin siang dari Batam pada tanggal 16 Mei 2022, sampai di Pelabuhan Tanah Merah sekitar jam 1.30 waktu Indonesia karena jam tidak saya rubah. Saya cinta dengan NKRI. Saya berangkat dengan sahabat saya, dia bawa istrinya bawa anaknya satu semester lima, bawa anak kecil laki-laki umur 4 tahun, kemudian saya bawa ustazah dan anak saya,” tuturnya.

Adapun tujuan kunjungannya bersama rombongan ke Singapura, menurut penjelasan UAS, dipastikan bukan untuk kegiatan keagamaan ataupun ceramah. namun untuk berlibur. “Dalam rangka libur, ini kan memang hari libur (tanggal merah), kebetulan sahabat saya ini dekat rumahnya dari Singapura,” jelasnya.

Minta Penjelasan Dubes Singapura di Jakarta 

UAS mengaku keheranan, mengapa ada Warga Negara Indonesia yang ingin berlibur ke Singapura justru dilarang dan dideportasi. “Kenapa dideportasi? Itulah yang mereka tak bisa menjelaskan. Pegawai imigrasi tak bisa menjelaskan.

Lebih lanjut, UAS meminta penjelasan Dubes Singapura di Jakarta terkait deportasi dirinya bersama rombongan oleh imigrasi Singapura. “Jadi yang bisa menjelaskan mungkin ambassador of Singapore in Jakarta. Kenapa apakah karena teroris, apakah karena ISIS, apakah karena bawa narkoba, itu musti dijelaskan?” tegasnya.

Menurut UAS, ketika ditanya soal kemungkinan penolakan terkait dokumen yang tidak lengkap, dirinya pun menampik hal itu.

“Kalau berkas-berkas, lengkap semua ustaz?” demikian  pertanyaan ditujukan kepada sang ustaz. UAS pun lantas dengan cepat menunjukkan dokumen-dokumennya.

“Lengkap semua (sambil menunjukkan dokumen-dokumen) tak ada kurang satu apapun. Sudah sampai di stempel imigrasi, dia tidak stempel, langsung dia scan aja paspor, habis itu kemudian cap jempol, abis itu pas mau keluar saya terakhir. Sahabat saya keluar, istrinya sudah anaknya sudah, ustazah pun sudah, anak saya sudah, saya yang terakhir, begitu saya mau keluar baru itu tas ditarik masuk,” ungkapnya.

Ustaz Abdul Somad Cerita Pengalaman Kena Deportasi di Timor Leste

Ustaz Abdul Somad mempertanyakan perlakuan petugas imigrasi di Singapura. Menurutnya, mereka terkesan arogan karena sempat menolak permintaannya memberikan tas berisi perlengkapan anaknya yang masih bayi kepada sang istri yang sudah berhasil melewati imigrasi.

Justru permintaanya ini malah membuat istri dan anak beserta rombongannya ikut dibawa masuk kembali dan akhirnya semuanya kena deportasi.

Setelah itu, video pun berlanjut dengan pengalaman saat UAS dideportasi saat mengunjungi Timor Leste pada tahun 2018. Menurutnya, ketika itu pihak imigrasi Timor Leste memberikan jawaban atau alasan kenapa dirinya ditolak masuk ke negara tersebut.

“Begitu sampai di airport, tiba-tiba tak boleh masuk, rombongan saya masuk. Saya tanyalah kepada petugas imigrasi sambil bisik-bisik, kenapa kalian tidak kasih saya masuk? Ada baru informasi pak, bapak teroris’,” tutur UAS.

Ternyata, kata UAS, informasi bahwa dirinya teroris itu baru diterima oleh imigrasi Timor Leste sejam sebelumnya. Informasi dikirim lewat fax dari Jakarta bahwa dirinya dikategorikan teroris.

“Kami dapat kiriman bahwa bapak teroris, jadi tak boleh masuk. Tapi waktu itu sebelum Pilpres, baru tahun 2018, jadi maklumlah mungkin kedatangan saya ke Timor Leste bisa memengaruhi suara, tapi itu kan dulu 2018, sekarang kan 2022 masih jauh ke 2024,” kata UAS heran.

Minta Pihak Imigrasi Singapura Update Informasi Soal Dirinya 

Ia juga tak habis pikir, jika memang benar dirinya dicegah masuk ke Singapura juga karena kiriman fax dari Jakarta karena peta politik di 2024, menurutnya sangat berbeda dengan Pemilu 2019 lalu.

“Kalau dulu 2019 itu kan ada kelompok cebong ada kelompok kampret. Nah sekarang semua kampret udah jadi cebong. Jadi saya khawatir, Singapura, file lama itu belum dihapus. Jadi orang Singapura itu musti update status, cari tahu ini orang ini siapa, kalau perlu tanya Malaysia dan Brunei Darussalam,” tutupnya.  (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini