23 November, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Tegakkan Pancasila, Pimpinan MPR RI Tegaskan Semangat Perangi Radikalisme

2 min read
HeloBorneo.com – Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Muzani saat menjadi pembicara dalam Forum Indonesia Islamic Young Leaders Summit 2019 yang digelar di Gedung Nusantara V Komplek Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Sabtu (23/11/2019). (Foto: ANTARA/HO/Dokumentasi Humas MPR)

| JAKARTA | Segala bentuk radikalisme harus dapat ditangkal, dan caranya dengan menegaskan dan menegakkan niali-nilai Pancasila dalam kehidupan bemasyarakat.

Ahmad Muzani selaku Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menegaskan bahwa Bangsa Indonesia harus semangat memerangi segala bentuk radikalisme maupun terorisme yang berkembang memecah-belah persatuan di republik ini.

“Pancasila digali pemimpin bangsa di antara latar belakang berbeda. Kita perlu mencapai kesepakatan bersama, supaya negara ini berdiri kokoh karena sesungguhnya negara ini multietnis, multiras, dan multi-budaya,” kata Muzani, Minggu (24/11/2019) sebagaimana dilansir dari Antara.

Lebih lanjut, Muzani mengungkapkan para pemimpin telah bersepakat terkait Pancasila. Menurutnya, Para pemimpin nasional, juga para tokoh agama sejak dulu telah sepakat bahwa Pancasila adalah dasar permusyawaratan bangsa dan negara.

“Pancasila melandasi dasar negara kita sehingga negara berdiri kokoh sampai sekarang. Dan kita tetap bersatu dalam bingkai negara republik Indonesia,” kata Muzani saat menjadi pembicara dalam FIIYLS 2019.

Forum Pemimpin Muda Islam

Sebagai informasi, FIIYLS 2019, atau Forum Indonesia Islamic Young Leaders Summit 2019 berlangsung pada Sabtu (23/11/2019) lalu bertempat di Gedung Nusantara V Komplek Parlemen RI, Senayan, Jakarta. Fokus pembahasan FIIYLS 2019 ini terkait radikalisme hingga aksi teror yang kembali terulang di Indonesia.

Forum Indonesia Islamic Young Leaders Summit 2019 ini turut menghadirkan tokoh-tokoh penting. Beberapa diantaranya yaitu  Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komisaris Jenderal Polisi Dharma Pongrekun, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Bursah Zarnubi dan Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia Jalal Mirzayev.

Selain itu hadir juga Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Profesor Amany Lubis, mantan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Mohamad Asruchin, mantan Duta besar Indonesia untuk Spanyol Yuli Mumpuni Widarso dan Sekretaris Jenderal Indonesia Society for OIC (ISOIC) Bunyan Saptomo.

Pancasila Sebagai Pemersatu

Muzani mengatakan bahwa Bangsa Indonesia sangat beruntung mempunyai ideologi Pancasila, yang mempersatukan berbagai keberagaman di masyarakat. Pancasila telah menyatukan beragam latar belakang, mulai dari Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) yang dimiliki Indonesia.

Jika perbedaan yang dimiliki setiap suku bangsa yang tersebar di penjuru Nusantara telah bersatu dalam bingkai Pancasila. Persatuan yang telah dirajut harus terus dijaga. Oleh karena itu, Politisi Partai Gerindra itu menegaskan betapa pentingnya Pancasila untuk ditegakkan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pancasila pun diyakininya akan mengokohkan Indonesia hingga selama-lamanya.

Muzani mengatakan jika Pancasila sebagai ideologi bangsa harus menjadi harga mati yang harus ditanamkan dalam jiwa setiap Warga Negara Indonesia. “Pancasila merupakan harga mati bangsa Indonesia,” pungkas Muzani. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *