29 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Tangkal Virus Corona, Pemerintah Larang Impor Hewan Hidup dari China

2 min read
Tangkal virus Corona
HeloBorneo.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: kompas.com/Murti Ali Lingga)

JAKARTA – Tangkal virus Corona agar tidak menyebar di Indonesia, pemerintah melakukan langkah-langkah pencegahan temporer.

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengumumkan melarang impor hewan hidup dari negara tirai bambu itu untuk  sementara waktu. Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah Indonesia melarang impor hewan hidup yang berasal dari China menyusul wabah virus Corona yang kian menyebar.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga di Istana Bogor, Selasa (4/2/2020) mengatakan, bila ada impor hewan hidup yang sudah terjadi, akan dikembalikan. Hal tersebut dilakukan mengingat risiko penularan virus yang diketahui dapat terjadi antara manusia-manusia dan juga melalui hewan liar.

“Pemerintah melarang impor hewan hidup dari China. Kalau sekarang ada impor yang dikirim (sampai – red) akan dikembalikan. Karena disampaikan metode transmisi penyakit melalui ‘human to human’ dan ‘wild animal’,” ujar Airlangga.

Tindakan Pencegahan

Langkah kebijakan yang diambil pemerintah ini melengkapi sejumlah kebijakan sebelumnya yang sudah dilakukan Indonesia terhadap China. Langkah ini dilakukan sebagai langkah tangkal virus Corona dan bersifat sementara saja. Kebijakan lainnya yaitu larangan masuk atau pemberian izin bagi semua pendatang yang tiba dari China daratan. Atau larangan bagi mereka yang sudah berada di China daratan selama 14 hari untuk masuk dan transit di Indonesia. Juga berlaku penghentian sementara fasilitas bebas visa dan “visa on arrival” bagi warga negara China.

Perdagangan Barang Terus Berlanjut

Perlu dicatat, bahwa pelarangan impor hanya berlaku untuk pengiriman hewan hidup dari China. Sedangkan, untuk perdagangan barang tetap berjalan sebagaimana biasa.

“Sedangkan untuk perdagangan barang, karena tidak terkait dengan penularan maka perdagangan akan terus berlanjut. Termasuk holtikultura seperti bawang putih dan buah-buahan,” tegas Menko Airlangga.

Krisis yang diakibatkan oleh wabah virus Corona ditengarai akan memperlambat laju pertumbuhan ekonomi China. Pemerintah pun sedang mempersiapkan langkah untuk meminimalkan dampaknya terhadap kegiatan ekonomi di tanah air. Sebagaimana diungkapkan Menko Airlangga, pemerintah masih akan menyiapkan beberapa skenario bidang ekonomi. Termasuk didalamnya yaitu memperhitungkan dampak penyebaran virus Corona bagi kegiatan perekonomian nasional.

Sosok yang juga menjabat Ketua Umum Partai Golkar ini menyatakan bahwa pemerintah akan terus memonitor perkembangan terkini dari krisis tersebut.

“Kami akan terus monitor, di China (penyebaran virus corona) juga akan dimonitor terus sampai pertengahan Februari, ‘outbreaknya’ diperkirakan sampai pertengahan Februari, dan karantina mereka akan dievaluasi akhir Februari maka pemerintah akan melakukan hal yang sama,” pungkasnya. (*) [HeloBorneo.com


| #coronarovirus #coronavirus #viruscorona #VirusChina #2019nCoV #CoronaOutbreak |

Bagi artikel ini
  • 13
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    13
    Shares