27 November, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Tak Sekedar Resesi atau Depresi, Boediono Sebut Pandemi Akibatkan Paralisis

2 min read
pandemi akibatkan paralisis
HeloBorneo.com – Boediono. (Foto: Tangkapan layar kanal youtube Sekretariat Presiden RI)

JAKARTA | Virus covid-19 tidak sekedar memberi dampak resesi atau depresi bagi ekonomi. Lebih jauh lagi, pandemi akibatkan paralisis pada kondisi suatu negara, termasuk Indonesia.

Demikian Wakil Presiden XI RI, Boediono mengungkapkan hal itu melalui unggahan yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (17/8/2020).

Menurut Boediono, saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan yang sangat berat sebagai dampak Covid-19. Tantangan-tantangan yang besar ini memiliki potensi mengancam seluruh sektor di Tanah Air.

Tak hanya Indonesia, Boediono menambahkan bahwa tantangan tersebut juga dirasakan oleh seluruh negara di dunia. “Ini adalah suatu krisis yang tiap 100 tahun terjadi, krisis yang berat, yang melanda semua negara dan bangsa,” ungkapnya.

Menurut dugaan Boediono, masih memerlukan waktu agar semuanya dapat kembali ke tahap normal. “Kalau saya bisa menerka-nerka ke depan, ini akan mengambil waktu yang tidak terlalu pendek untuk kembali kepada situasi yang lebih normal, atau normal baru,” ujar Boediono.

Menurut Boediono, krisis yang terjadi saat ini berbeda dari krisis yang pernah terjadi sebelumnya. Sebab, krisis yang tengah melanda bersifat multidimensi dan terjadi secara bersamaan.

Pandemi akibatkan paralisis yang lumpuhkan semua sektor

Boediono mengungkapkan bahwa yang dialami saat ini tak sekedar resesi atau depresi, namun pandemi akibatkan paralisis bagi Indonesia, dan juga negara-negara lain.

“Ini bukan sekedar resesi, bukan sekedar depresi, tetapi paralisis. Suatu sistem yang tiba-tiba membeku. Dan ini yang perlu kita pahami, untuk kembali ke suatu yang bisa berjalan normal lagi itu memerlukan waktu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk dapat keluar dari krisis ini, bukanlah perkara yang mudah. Diperlukan sejumlah penyesuaian besar-besaran di segala lini. “Karena apa? karena ini akan terjadi perubahan yang drastis dari semua kegiatan, semua kegiatan ekonomi sosial, dan politik mungkin, dan keamanan itu akan memegang, mengacu pada paradigma baru,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Boediono meminta, agar generasi tua harus mendukung generasi muda agar dapat menghadapi tantangan baru yang akan mereka hadapai di kemudian hari.

Di sisi lain, para pemimpin yang saat ini menduduki kursi kepemimpinan, harus dapat mewariskan hal-hal yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya kepada para generasi penerus. “Kedua, menyiapkan generasi penerus ini, supaya siap nanti dalam menghadapai tantangan dan bahkan bisa lebih maju lagi bangsa kita pada waktu mereka memegang tampuk kepemimpinan,” pungkasnya.  (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares