22 January, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

KRI Rigel Tangkap Sinyal Sriwijaya Air SJ 182, Panglima TNI: Ada di Kedalaman 23 Meter

3 min read
HeloBorneo.com – KRI Rigel 933 diberangkatkan ke titik lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 untuk membantu proses evakuasi. (Foto: wikipedia/ist)

JAKARTA | Keberadaan lokasi jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 mulai menemukan titik terang. Dikabarkan, KRI Rigel 933 yang diberangkatkan di perkiraan area lokasi jatuhnya pesawat Boeing 737 milik maskapai Sriwijaya Air menangkap sinyal dari pesawat tersebut.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto telah memberikan instruksi kepada para personel TNI agar ikut membantu Basarnas dalam proses pencarian bangkai pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Pesawat tersebut diperkirakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021) siang kemarin.

Panglima TNI pun mengungkap data terbaru di Pelabuhan JICT 2, pada Minggu (10/1/2021). Data yang diperoleh dari KRI Rigel tersebut menyatakan ditemukan titik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

“Dari hasil pemantauan diduga kuat sesuai dengan kordinat yang diberikan dari kotak terakhir, adanya sinyal dari pesawat tersebut. Dan segera diturunkan penyelam dari Kopaska, mudah-mudahan apa yang ditemukan dan diinformasikan KRI rigel tepat dan sesuai,” ucap Hadi.

Berdasarkan data tersebut, pada hari ini, Minggu (10/1/2021) Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, bersama dengan Kabasarnas Marsdya Bagus Puruhito serta Menhub Budi Karya ikut memantau langsung pencarian bangkai pesawat Sriwijaya Air SJ 182 itu.

Bangkai Sriwijaya Air SJ 182 di kedalaman 23 meter

Lebih lanjut, Panglima TNI mengatakan, tim penyelam dari tim Kopaska juga sudah melakukan penyelaman setelah Kapal Rigel milik TNI bersama tim gabungan yang diterjunkan melakukan pencarian menemukan sinyal dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 itu.

Berdasarkan keterangan tim penyelam, mereka menemukan beberapa bagian dari pesawat seperti pecahan pesawat, life vest, warna bagian dari pesawat, bagian registrasi pesawat dan sejumlah temuan lainnya. Dikatakannya, barang-barang tersebut ditemukan dari kedalaman sekitar 23 meter dari permukaan laut.

________________________________________

berita terkait:

Sriwijaya Air SJ 182 Jatuh, Keluarga Penumpang Sambangi Bandara Supadio Pontianak

________________________________________

Panglima TNI pun berharap kondisi arus dan pandangan tetap baik agar dapat meneruskan proses pencarian.

“Kami mendapatkan laporan dari tim penyelam bahwa visibility di dalam air baik dan jelas sehingga memungkinkan ditemukannya sejumlah bagian dari pesawat. Mudah-mudahan sampai sore ini kondisi arus dan pandangan di bawah laut masih bagus sehingga kita bisa lanjutkan upaya pencarian. Kami yakin disitulah titik yang diperkirakan menjadi lokasi jatuhnya pesawat, mudah-mudahan bisa kita kembangkan dengan lanjut,” jelas Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Kapal KRI John Lie, di Pelabuhan JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta.

3 metode pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Sementara itu, Kepala Basarnas (Kabasarnas) Marsdya Bagus Puruhito menjelaskan untuk mencari bangkai pesawat itu dilakukan tiga metode. 3 metode itu yakni lewat udara, laut dan bawah laut. “Kita siapkan dua heli, satu dari TNI AU dan satu lagi dari Basarnas,” ujarnya, Minggu (10/1/2021).

Untuk metode pencarian dari atas laut sudah disiapkan beberapa kapal TNI AU yang sudah bersiaga sebelumnya. Termasuk kapal yang memiliki sonar seperti KRI Rigel.

KNKT turunkan Baruna Jaya IV guna melacak black box

Guna mendeteksi mendeteksi bentuk atau objek di bawah permukaan laut, KNKT turut menerjunkan tim menuju ke lokasi dengan menggunakan Kapal Baruna Jaya IV milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).


sriwijaya air sj 182
HeloBorneo.com – Kapal Baruna Jaya IV memiliki perangkat teknologi canggih sinyal sonar yang mampu mendeteksi objek hingga 2.500 meter di bawah permukaan laut. (dok. NOAA)

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, kapal tersebut memiliki kemampuan untuk membaca sinyal yang dipancarkan oleh black box pesawat.

“Kapal ini juga memiliki kemampuan membaca sinyal yang ada dalam dua jenis black box pesawat yaitu cockpit voice recorder (CVR) dan flight data recorder (FDR),” jelasnya.

Kepala Basarnas (Kabasarnas) Marsdya Bagus Puruhito mengatakan pihaknya akan mengadakan jumpa pers secara berkala untuk  memberikan informasi terbaru kepada khalayak di tanah air terkait proses pencarian dan evakuasi pesawat Sriwijaya  Air SJ 182 ini. “Kami akan info kan secara berkala,” pungkasnya. (*) [HeloBorneo.com]

 

 

 

Bagi artikel ini
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares