2 December, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Singgung Perang Rusia-Ukraina, Kishore Mahbubani: Barat Harus Contoh ASEAN

Perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung hampir 3 pekan menjadi perhatian dan salah satu poin pembahasan Kishore Mahbubani yang menjadi pembicara dalam kuliah umum tentang geopolitik di Jakarta.

________________________________________

perang rusia-ukraina
Perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung hampir 3 pekan menjadi perhatian dan salah satu poin pembahasan Kishore Mahbubani yang menjadi pembicara dalam kuliah umum tentang geopolitik di Jakarta. | HeloBorneo.com — KishoreMahbubani. (net)

 

JAKARTA | Mantan Diplomat Singapura yang juga Mantan Presiden Dewan Keamanan PBB, Kishore Mahbubani meminta negara-negara Barat untuk menyontoh ASEAN dalam hal menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian. Hal itu disampaikan saat memberikan kuliah umum “Kondisi Geopolitik Dunia dan Peran Indonesia: Krisis Ukraina dan Dampaknya Pada Asia”, yang digelar Golkar Institute, Rabu (16/3/2022) di Kantor DPP Partai Golkar.

“Eropa (Barat) harus belajar dari ASEAN dalam menjaga stabilitas dan perdamaian regional. ASEAN telah berhasil menjaga stabilitas keamanan”, terang Kishore dalam kuliah umum Golkar Institute itu, Rabu (16/3/2022).

“Apa yang dapat dipelajari oleh ASEAN dari Eropa dan sebaliknya? ASEAN masih termasuk dalam kondisi yang damai. Penting untuk tidak hanya menumbuhkan perdamaian di negara Anda tetapi tetangga Anda dengan cara tetap menjaga komunikasi yang baik satu sama lain dan menciptakan kepercayaan satu sama lain,” lanjut Kishore terkait cara menjaga kondisi geopolitik tetap stabil.


perang rusia-ukraina, kishore mahbubani
HeloBorneo.com — Kishore Mahbubani saat memberikan kuliah umum “Kondisi Geopolitik Dunia dan Peran Indonesia: Krisis Ukraina dan Dampaknya Pada Asia”, yang digelar Golkar Institute, Rabu (16/3/2022) di Kantor DPP Partai Golkar. (Foto: ist)

 

Menyinggung soal perang Rusia dan Ukraina yang saat ini terjadi, menurut Kishore, negara-negara Barat menetapkan double standard (Standar Ganda). Ketika Rusia menyerang Ukraina, mereka negara-negara Barat langsung bereaksi. Sedangkan pada saat Israel menyerang Palestina, Amerika menyerang Irak, dimana tidak ada kepentingan Barat disitu, negara-negara Eropa dan Barat hanya diam saja.

Meski begitu, Kishore menyebut bahwa apa yang dilakukan Rusia telah menyalahi aturan hukum internasional.

“Ketika Rusia menyerang Ukraina, negara-negara Barat langsung bereaksi. Tapi dalam kasus lain yang tidak melibatkan kepentingan Barat, mereka diam saja,” ujarnya. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini