22 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Siap-siap! Mulai Besok, Kemenhub Terapkan PeduliLindungi Jadi Syarat Perjalanan

PeduliLindungi jadi syarat perjalanan mulai besok. Penerapan aturan ini sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran virus COVID-19 di tanah air.

_____________________________________________

PeduliLindungi jadi syarat perjalanan
PeduliLindungi jadi syarat perjalanan mulai besok. Penerapan aturan ini sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran virus COVID-19 di tanah air. | HeloBorneo.com — Ilustrasi: Aplikasi PeduliLindungi. (Grafis: Tim Pewarta)

 

JAKARTA | Kemenhub mendukung penerapan aplikasi PeduliLindungi jadi syarat perjalanan di seluruh moda transportasi. Artinya, aplikasi PeduliLindungi jadi syarat perjalanan baik di moda darat, laut, udara, dan perkeretaapian di tanah air.

Berdasarkan rilis yang diterima HeloBorneo.com, pelaksanaan penerapan aplikasi PeduliLindungi di seluruh moda transportasi akan dilaksanakan secara serentak mulai besok, Sabtu 28 Agustus 2021.

Penerapan PeduliLindungi jadi syarat perjalanan sudah dibahas pada rapat koordinasi

Sebelumnya, pihak Kementerian Perhubungan telah membahas soal PeduliLindungi jadi syarat perjalanan pada rapat koordinasi yang digelar Selasa (24/08/2021) lalu. Rapat koordinasi tersebut dihadiri seluruh jajaran Kemenhub dan para operator transportasi untuk mempersiapkan penerapan aplikasi tersebut.

Menhub mengungkapkan pertimbangannya didasari pemikiran sektor transportasi memegang peranan penting di masa pandemi, terutama untuk mencegah penularan virus COVID-19.

“Sektor transportasi menjadi salah satu sektor yang penting untuk mengatur mobilitas di masa pandemi COVID-19. Simpul-simpul transportasi seperti: terminal, stasiun, pelabuhan dan bandara menjadi bagian dari filter kita untuk melakukan pencegahan penyebaran COVID-19,” jelasnya.

Menurutnya, penerapan  PeduliLindungi dapat ikut membantu pengaturan mobilitas masyarakat dan mencegah penyebaran virus COVID-19. “Untuk itu, melalui penerapan aplikasi PeduliLindungi ini, diharapkan bisa mengelola mobilitas di tengah pandemi dengan baik,” jelas Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.


PeduliLindungi jadi syarat perjalanan
HeloBorneo.com — Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. (Foto: Kemenhub)

 

Menhub minta penyusunan aturan untuk penerapan di lapangan

Menhub telah menginstruksikan para Direktur Jenderal di lingkungan Kemenhub untuk menyusun aturannya, agar segera bisa dilaksanakan oleh para penyelenggara sarana dan prasarana transportasi.

Lebih lanjut, Menhub meminta seluruh operator atau penyelenggara sarana dan prasarana transportasi baik yang dikelola kemenhub, BUMN, maupun swasta agar mempersiapkan diri, baik secara sistem maupun prosedurnya, agar penerapan aplikasi PeduliLindungi ini dapat berjalan dengan baik.

“Sosialisasi harus dilakukan dengan baik, agar tidak ada masyarakat yang kebingungan dengan adanya aturan baru ini. Pada awal penerapan aplikasi ini, saya minta para petugas yang berada di simpul-simpul transportasi, agar membantu masyarakat pengguna jasa transportasi yang masih belum mengetahui adanya aturan ini,” ujar Menhub.

Sektor udara sudah mulai lebih dulu

Di sektor transportasi udara, penerapan aplikasi PeduliLindungi sudah dimulai lebih dahulu pada bulan Juli 2021 di beberapa bandara.

Kemenhub juga telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 62 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi COVID-19.

Dalam petunjuk pelaksanaan itu, terdapat satu klausul yang mewajibkan penumpang pesawat udara untuk menggunakan Sistem Informasi Satu Data COVID-19 PeduliLindungi.


PeduliLindungi jadi syarat perjalanan
HeloBorneo.com — Ilustrasi.

 

Manfaat PeduliLindungi

Àplikasi digital ini memiliki beberapa manfaat, yaitu sebagai berikut dapat membantu petugas memastikan proses validasi dokumen kesehatan di simpul transportasi secara digital, sehingga lebih aman, cepat, mudah dan sederhana, serta meminimalkan kontak fisik karena tidak harus membawa dokumen kertas hasil tes COVID-19 atau kartu vaksinasi, dan juga lebih aman dari adanya pemalsuan hasil tes swab (PCR ataupun Antigen).

Sebelumnya, pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4-1, mulai mulai 24 s.d 30 Agustus 2021.

Perpanjangan PPKM tersebut dilakukan melihat kondisi pandemi COVID-19 yang belum selesai di tanah air. Selain itu di beberapa negara saat ini sedang mengalami lonjakan gelombang ketiga dengan penambahan kasus yang siginifikan. Untuk itu, penerapan PPKM ini dilakukan sebagai upaya mengendalikan pandemi COVID-19 di Indonesia.

Untuk syarat perjalanan transportasi di masa perpanjangan PPKM, Kemenhub masih mengacu pada Surat Edaran Satgas Penanganan COVID-19 No. 17 Tahun 2021.

Surat edaran itu berisi tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019. Aturan lainnya yaitu mengacu pada SE No. 18 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi COVID-19. (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini
  • 22
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    22
    Shares