29 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Setelah Harga Gabah Turun, Menanti Beras Ikut Surut Pada Maret 2018 Ini

2 min read
Petani menjemur Gabah
HeloBorneo.com – Ilustrasi petani menjemur gabah di tempat pengeringan gabah, di Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (7/2/2018). (Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha)

 JAKARTA | Tercatat adanya penurunan rata-rata harga gabah kering panen (GKP) maupun gabah kering giling (GKG) dan gabah kualitas rendah baik di tingkat petani maupun di tingkat penggilingan selama Maret 2018. Hal tersebut diungkapkan Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala BPS, Suhariyanto menyebutkan penurunan sebesar 8,65% menjadi Rp4.757 per kilogram dari rata-rata harga gabah kering panen di tingkat petani. Sementara bila dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada Februari 2018, tingkat penggilingan pada Maret ini mengalami penurunan 8,67% ke harga Rp4.845 per kilogram.

“BPS mencatat sebanyak 2.350 transaksi penjualan gabah di 30 provinsi selama Maret 2018 didominasi transaksi gabah kering panen sebanyak 63,06%, gabah kualitas rendah 28,30%, dan gabah kering giling 8,64%,” ungkap Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta Pusat, Senin (2/4/2018), sebagaimana dilansir dari bisnis.com.

Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.422 per kilogram. Harga tersebut turun 8,71%. Penurunan dengan besaran 8,85% juga terjadi di tingkat penggilingan, menjadi Rp5.555 per kilogram. Sementara, harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp4.367 per kilogram turun 8,16% dan di tingkat penggilingan Rp4.465,00 per kilogram atau turun 7,82%.

Namun, jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, harga pada Maret 2018 di tingkat petani rata-rata GKP dan gabah kualitas rendah mengalami kenaikan yaitu GKP 8,78% dan gabah kualitas rendah 17,74%. Sedangkan kualitas GKG turun sebesar 0,18%.

“Demikian juga di tingkat penggilingan rata-rata harga untuk kualitas GKP, dan gabah kualitas rendah mengalami kenaikan masing-masing 8,63% dan 18,03%, sedangkan GKG turun sebesar 0,16%,” lanjut pria yang akrab disapa Kecuk ini.

Penurunan harga gabah pada tingkat petani dan penggilingan tersebut juga berdampak pada harga beras. Tercatat, pada Maret 2018, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.384,00 per kilogram turun sebesar 0,64% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.893,00 per kilogram, turun 4,71%. Adapun rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.698,00 per kilogram turun 5,06%, dan beras kualitas rendah harganya turun sebesar 4,34% menjadi Rp9.554,00 per kilogram.

Tercatat, rata-rata harga beras di penggilingan pada Maret 2018 dibandingkan dengan Maret 2017, semua kualitas mengalami kenaikan. Untuk kualitas premium sebesar 5,37%, kualitas medium 11,41% dan kualitas rendah 14,57%. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *