25 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Satgas COVID-19 Sarankan Kaltara Bentuk Satgas Karantina di Perbatasan RI-Malaysia

Satgas karantina di perbatasan RI-Malaysia di Provinsi Kaltara didorong pembentukannya oleh Satgas COVID-19 demi mencegah penyebaran virus tersebut dari negeri tetangga.

_____________________________________________

Satgas karantina, Satgas COVID-19, kaltara
Satgas karantina di perbatasan RI-Malaysia di Provinsi Kaltara didorong pembentukannya oleh Satgas COVID-19 demi mencegah penyebaran virus tersebut dari negeri tetangga. | HeloBorneo.com — Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menyatakan larangan mudik untuk lindungi kesehatan masyarakat. (Foto: BNPB)

 

JAKARTA | Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 nasional, Doni Monardo menyarankan wilayah perbatasan negara di Kabupaten Nunukan dan pintu perbatasan lainnya di Kalimantan Utara (Kaltara) mengadopsi pembentukan Satgas Karantina.

Melalui siaran pers dalam Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 bersama Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (31/3/2021), Doni Monardo meminta Kaltara mencontoh satgas karantina yang telah dibentuk di Kalbar.

Satgas karantina perbatasan seperti di Kalbar

“Contohnya, apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) telah membentuk Satgas Karantina di bawah komando Pangdam setempat, setelah mendapat delegasi dan arahan dari Gubernur Kalbar,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Doni menyampaikan sejumlah upaya Pemprov Kalbar dalam rangka mengantisipasi adanya penambahan kasus COVID-19 di wilayah itu dari mobilitas penduduk melalui perbatasan.

Salah satunya adalah Satgas Karantina yang menjadi komitmen Doni saat menyambangi dan memberikan arahan terkait hal serupa di Kalbar dengan menghadirkan unsur terkait pada awal Maret 2021.

“Apa yang telah dilaksanakan Pemprov Kalbar dapat dijadikan inspirasi dalam rangka melindungi warga negara dari pandemi yang melanda Tanah Air selama satu tahun terakhir ini,” ujarnya.

Doni berharap Satgas Karantina dapat berkontribusi pada upaya yang telah dilakukan bangsa Indonesia dalam mengendalikan COVID-19.

“Jangan sampai kerja keras kita selama satu tahun terakhir ini akhirnya terganggu oleh saudara kita yang tidak bisa kita lakukan proses sesuai ketentuan kekarantinaan,” tegas Doni.

Dalam rangka memberikan dukungan penuh kepada Pemprov Kaltara, BNPB memberikan bantuan senilai Rp3 miliar guna percepatan penanganan COVID-19.

Dukungan tersebut diberikan secara simbolis oleh Doni Monardo kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltara senilai Rp2,2 miliar dan kepada BPBD Kabupaten Nunukan senilai Rp700 juta.

Dukungan yang diberikan meliputi 20 alat thermo gun, 2.000 pakaian APD, 2.000 googles, 2.000 face shield, 50 unit pulse oximeter, 100.000 lembar masker kain, 20.000 tes usap antigen dan dua unit ventilator untuk BPBD Provinsi Kaltara.

Selanjutnya, 50 ribu masker kain, 10.000 masker medis dan 5.000 tes usap antigen untuk BPBD Kabupaten Nunukan, Provinsi Kaltara.

Selain itu, melalui diskusi dan penyerapan aspirasi dari pihak pemerintah daerah, Doni juga memutuskan untuk memberikan dukungan berupa alat penunjang swab PCR, sehingga proses 3T (tracing, tracking dan treatment) dapat dipercepat dan lebih mudah. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •