Tue. Jul 14th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Puncak Covid-19 di Indonesia Menurut BNPB

1 min read
puncak covid-19
HeloBorneo.com – Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal TNI Doni Monardo (tengah)

JAKARTA | Kapan puncak covid-19 di Indonesia akan terjadi? Ketua  BNPB menguraikan penjelasannya di hadapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Ketua BNPB yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal TNI Doni Monardo memaparkan model perhitungan pandemi covid-19 di Indonesia. Pemodelan ini dilakukan Badan Intelijen Negara (BIN) terkait jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia.

“Estimasi jumlah kasus di Maret 1.577 masukan BIN. Ini relatif akurat. Estimasi akhir April 27.300. Puncaknya pada akhir Juni dan akhir Juli,” katanya seperti dikutip detik.com, Jumat (3/4/2020). Paparan terkait puncak covid-19 disampaikan Doni yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, pada hari Kamis (2/4/2020) kemarin.

Berikut ini estimasi jumlah kasus positif Covid-19 sebagaimana pemodelan BIN. Tiap angka merupakan estimasi pada akhir bulan yang bersangkutan:
– Estimasi jumlah kasus di akhir Maret 1.577 kasus (realita 1.528, akurasi prediksi 99 persen)
– April 27.307
 kasus
– Mei 95.451 kasus
– Juni 105.765
 kasus
– Juli 106.287 kasus.

Disebutkan juga, terdapat 50 dari 100 kabupaten/kota memiliki risiko tertinggi dengan 49 persen. Beberapa di antara 50 kabupaten/kota itu berada di Pulau Jawa.

Setidaknya 10 provinsi yang mengalami kekurangan fasilitas kesehatan dalam penanggulangan Covid-19, yaitu Jawa Barat, DIY, Sulawesi Selatan, Bali, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Papua, NAD, Sulawesi Tenggara, dan Maluku. Kekurangan faskes ini termasuk SDM tenaga kesehatan, ruang isolasi tidak memadai, dan APD. (*) [HeloBorneo.com

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: