1 October, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Proyek Ibu Kota Negara Baru Dilirik, BKPM Sebut China Hingga Jerman Minat Investasi

2 min read
Proyek Ibu Kota Negara
HeloBorneo.com – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. (ist)

JAKARTA | Proyek Ibu Kota Negara baru di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dilirik banyak investor mancanegara. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengemukakan hal tersebut di Jakarta.

Dikutip dari Detik, Senin (10/2/2020), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru sudah menarik banyak calon investor asing. Disebutnya, pihak domestik maupun asing tertarik untuk menanamkan investasi pada proyek pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim).

Bahlil mengatakan, calon investor asing itu berasal dari beberapa negara. “Kalau ibu kota baru ini sudah ada beberapa. China, Korea Selatan, Jepang, Abu Dhabi, Jerman dan beberapa negara lain mau,” ungkapnya kepada wartawan di kantornya.

Menunggu Undang-Undang Selesai

Namun hingga saat ini memang belum ada pembagian kavling bagian mana saja untuk calon investor tersebut. Pasalnya saat ini masih dalam proses penyusunan Undang-undang (UU).

“Belum, mereka baru menyampaikan minat, kita juga lagi bahas undang-undangnya. Kan dari total investasi sekitar Rp 500 triliun itu 10 sampai 15% akan ditanggung oleh pemerintah, karena ada infrastruktur dasar seperti kantor pemerintah, jadi ya ditanggung oleh negara,” jelas dia.

Kemudian sisanya akan diberikan kepada investor. Namun Bahlil menjelaskan pembagian tersebut sedang dibahas. “Ya lagi diatur, tunggu lah 2 atau 3 bulan lagi sudah selesai,” jelas dia.

Disampaikan Pada WEF di Davos

Sebelumnya, BKPM menyebutkan ada perusahaan teknologi asal Jerman, Siemens AG berniat untuk bergabung dalam proyek pembangunan ibu kota baru Indonesia.

Pernyataan minat tersebut disampaikan di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Memang, Indonesia masih terbuka dengan berbagai pihak dan negara untuk berpartisipasi dalam pengembangan ibu kota baru. Nantinya Siemens akan mengembangkan ibu kota baru berkonsep smart city.

Chief Executive Officer (CEO) Siemens Ag, Cedrik Neike mengaku optimis kerja sama ini akan menguntungkan. Siemens juga memiliki proyek power plant terkait Belt Road Initiative (BRI) mobile power plant 360 MW. Dan Siemens sudah bekerja sama dengan PT PLN (Persero). (*) [HeloBorneo.com

Bagi artikel ini
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares