1 October, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Polemik Kartu Prakerja, Fadli Zon: BLT Lebih Dibutuhkan

2 min read
polemik kartu prakerja
HeloBorneo.com – Fadli Zon (net)

JAKARTA | Polemik Kartu Prakerja terus bergulir. Kali ini giliran Fadli Zon yang mengkritik program yang dicetuskan untuk membantu para korban PHK dan karywan yang dirumahkan akibat pandemi covid-19.

Sebagai informasi, sejak awal pengumumannya, pelaksanaan program Kartu Prakerja tak henti dari kritik. Berbagai  kalangan mengungkapkan program tersebut tidak menyentuh masalah di tengah wabah pandemi Covid-19 saat ini. Hal ini pun menjadi pembicaraan panas di kancah politik nasional.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan bahwa program tersebut tak relevan mengatasi dampak Covid-19. “Program Kartu Prakerja tidak menjawab krisis yang tengah dihadapi,” ujarnya, Senin (4/5/2020).

Lebih lanjut, Fadli mengungkapkan bahwa berdasarkan target peserta program tersebut, dirinya yakin para peserta yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) ataupun dirumahkan lebih membutuhkan dana. Padahal, program Kartu Prakerja lebih menitikberatkan pada pemberian pelatihan online.

“Target peserta program ini, misalnya korban pemutusan hubungan kerja (PHK), jelas lebih membutuhkan bantuan berupa ‘cash transfer’ atau bantuan langsung tunai (BLT) daripada pelatihan online,” tegasnya.

Polemik Kartu Prakerja Akibat Program Tak Berguna

Ketua BKSAP DPR RI ini juga mengatakan bahwa pelatihan online itu tidak dapat dipakai kerja di tengah-tengah gelombang pemutusan kerja yang sedang dilakukan banyak perusahaan.

“Lagi pula, mau usaha apa? atau kerja di mana? Wong hampir semua perusahaan, termasuk sektor informal, saat ini semuanya tutup? BLT lebih dibutuhkan untuk menyambung hidup di tengah Covid-19,” jelasnya lagi.

Program Kartu Prakerja, menurut Fadli Zon, cocok diterapkan bila dalam kondisi normal. Masalahnya, program tersebut dilakukan di tengah kondisi pandemi. Akibatnya, menjadi tidak relevan dan hanya menjadi masalah baru.

“Memaksakan program tersebut di tengah situasi krisis, jelas bermasalah. Konsepnya jadi tidak relevan,” tukas Fadli Zon. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •