29 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Pidato di Parlemen Australia, Jokowi Dapat Standing Ovation

2 min read
Jokowi Dapat Standing Ovation
HeloBorneo.com – Presiden Joko Widodo memberikan penghormatan usai pidato di Parlemen Australia, 10 Februari 2020. (Foto: Sekretariat Kabinet RI)

CANBERRA | Jokowi dapat Standing Ovation seusai memberikan pidato di hadapan anggota parlemen Australia. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah memiliki agenda untuk menyampaikan pidato di Gedung Parlemen Australia, sebelum bertolak kembali ke Indonesia.

Pidato yang berlangsung pada Senin 10 Februari 2020, itu mendapatkan sambutan meriah.

Dalam siaran pers Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden yang diterima HeloBorneo.com, Presiden Jokowi terlebih dahulu bertemu dengan Ketua House of Representatives Australia Tony Smith dan Presiden Senat Australia Scott Ryan.

Usai agenda pertemuan dengan Ketua House of Representatives Australia Tony Smith dan Presiden Senat Australia Scott Ryan itu, Jokowi menuju House of Representatives Chambers Gedung Parlemen.

Pidato Jokowi

Setelah PM Scott Morrison dan ketua oposisi, Jokowi mendapat giliran berpidato. “Tahun 2050, satu abad umur kemitraan kita adalah momen krusial. Pada tahun 2050 Indonesia dan Australia akan bertransformasi menjadi pemain besar di kawasan dan dunia,” ucap Jokowi.

Presiden Joko Widodo menekankan keberlanjutan hubungan Indonesia dan Australia di masa depan. Terutama peran generasi muda yang dianggap sebagai jangkar dalam keberlanjutan kerja sama yang telah disepakati.

Mengutip Artis Aborigin

Presiden Jokowi kemudian mengutip artis Aborigin di akhir pidatonya. Kutipan itu berupa lirik musisi Jimmy Little yang merupakan musisi artis Aborigin, suku asli Australia. “We are all gifted with the opportunity to succeed. But you get further if you extend the hand of friendship,” ujarnya.

Kita semua diberikan anugerah berupa kesempatan untuk sukses. Namun, Anda akan dapat melaju lebih jauh jika memperluas jangkauan persahabatan. Demikian kurang lebiah  artian bebas dari kutipan tersebut.

Persahabatan Indonesia dan Autralia bukan saja menguntungkan kedua negara. Dalam penilaian Jokowi, hubungan kedua negara juga akan memberi efek positif bagi perkembangan di kawasan.

Pidato itu sekaligus mengakhiri sesi pertemuan di Parlemen  Australia. Seusai pidato, Jokowi lalu mendapat standing ovation dari para anggota parlemen dan undangan yang hadir. Dalam siaran pers disebutkan bahwa standing ovation yang diberikan ke Jokowi itu berlangsung cukup lama. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 8
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    8
    Shares