Sun. Sep 20th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Pesantren Temboro Zona Merah Covid-19, Malaysia Ingin Evakuasi Ratusan Warganya

2 min read
Pesantren Temboro zona merah covid-19
HeloBorneo.com – Petugas gugus covid 19 lakukan Pemeriksaan kesehatan dan rapid test di Pondok pesantresn Temboro. (Dinas Kominfo Magetan)

SURABAYA | Pesantren Temboro zona merah covid-19. Kejadian ini mendorong Pemerintah Malaysia untuk mengevakuasi ratusan warganya yang mondok di pesantren  tersebut.

Guna merealisasikan proses evakuasi itu, Pemerintah Malaysia mengirim utusan dan mendatangi Pesantren Al-Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Selain itu, utusan itu juga mendatangi Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur.

Kedatangan utusan itu untuk mencari tahu proses serta memberitahukan rencana Pihak Malaysia memulangkan ratusan warganya. Rencana itu mengemuka setelah kawasan pesantren tersebut dinyatakan zona merah Coronavirus Disease 2019, atau disebut juga covid-19.

Atase Malaysia

Sebagaimana dikemukakan oleh Kohar Hari Santoso, utusan dari Malaysia yang datang ialah Wakil Kedutaan Besar Malaysia. Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur itu menjelaskan utusan tersebut adalah atase otoritas bidang pendidikan, keimigrasian, keagamaan, dan kepolisian negara Malaysia.

Kohar mengatakan kedatangan utusan tersebut mengungkapkan keinginan Pemerintah Malaysia mengevakuasi warganya. “Mereka ingin santri asal Malaysia dievakuasi,” ujarnya, Jumat (24/4/2020) malam.

Kerja Tim Tracing

Tim tracing Covid-19 Jatim dan Magetan telah bekerja keras melaksanakan rapid test. Hal tersebut telah dilakukan sejak beberapa hari lalu terhadap ratusan santri yang masih berada di Pesantren Al-Fatah. Para santri itu berasal dari beberapa daerah dan beberapa negara. Termasuk diantaranya 118 santri dari Malaysia.

Berdaasrkan hasil rapid test tersebut diketahui, 14 dari 118 santri Malaysia itu menunjukkan hasil reaktif atau positif. Setelah itu, ke-14 santri yang reaktif langsung dilakukan isolasi selama 14 hari ke depan.

Selanjutnya Kohar memberikan penjelasan, bahwa Pemprov Jatim akan memberlakukan swab test terhadap mereka, termasuk juga menjalani tes PCR. Bila hasil tersebut positif, maka mereka harus menjalani isolasi. “Bila ternyata positif, ya, harus kami amankan dulu. Karena kalau positif nanti dibawa (pulang) ada penularan. Kecuali ada manuver khusus (proses pemulangannya),” jelasnya.

Sisanya Langsung Dipulangkan

Sementara sisa santri asal Malaysia yang berjumlah 104 orang itu, kemungkinan besar dapat dievakuasi dan dipulangkan ke Malaysia.

Hanya saja, walau hasil rapid test negatif, santri-santri tesebut masih perlu diobservasi lebih lanjut. “Walau hasil rapid test-nya tidak reaktif, perlu dilakukan pendalaman lagi. Sebabnya, bukan berarti tidak terpapar virus. Masih perlu diobservasi selama 14 hari,” tegas Kohar.

Menurut penuturan Kohar, Pemerintah Malaysia telah menyiapkan pesawat khusus untuk mengevakuasi 104 orang warganya dari Ponpes Al-Fatah, Temboro. Bila telah terjadi kesepakatan, Pemprov Jatim segera menyiapkan angkutan menuju bandara.

Zona Merah

Sebagai informasi, Pesantren Al Fatah menjadi sorotan. Pesantren di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, itu menjadi zona merah covid-19 setelah 43 santri asal Malaysia terkonfirmasi positif terjangkit covid-19. Kepastian itu didapat setibanya di Malaysia setelah mereka apulang dari pesantren tersebut.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Magetan pun segera bertindak. Mereka mengisolasi kawasan sekitar pesantren. Kemudian menetapkan Pesantren Temboro zona merah covid-19. Selanjutnya, mereka melakukan rapid test terhadap sekitar lima ribu santri yang ada di sana. Tes itu dilakukan secara bertahap. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares