24 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Penyelenggaraan Haji 2021, Menag Optimistis Bakal Dibuka Arab Saudi

Penyelenggaraan Haji 2021 akan berlangsung tak lama lagi. Penyelenggaraan tahun ini masih dibayangi oleh pandemi, dan tak sedikit pihak yang mencemaskan bahwa pemerintah Arab Saudi akan melakukan langkah seperti penyelenggaraan tahun 2020.

_____________________________________________

penyelenggaraan haji 2021
Suasana ibadah haji tahun 2020. Sejumlah jemaah saling jaga jarak saat melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah di dalam Masjidil Haram saat melakukan rangkaian ibadah haji di Kota Suci Mekkah, Arab Saudi, Rabu (29/7/2020). | HeloBorneo.com — pemerintah Saudi hanya membolehkan sekitar 10.000 orang untuk melakukan ibadah haji karena pandemi COVID-19. (Foto: Saudi Media Ministry via AP)

 

JAKARTA | Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas optimistis Arab Saudi akan membuka penyelenggaraan ibadah haji 2021 (1442 H). Walaupun hingga saat otoritas kerajaan belum bisa memberikan kepastian imbas pandemi COVID-19 yang masih masif.

“Kami optimis kemungkinan penyelenggaraan haji tahun ini masih sangat terbuka. Hal ini ditandai dengan telah dilakukan vaksinasi di Arab Saudi sebagaimana juga di Indonesia dalam rangka menanggulangi pandemi COVID-19,” kata Menag dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI yang dipantau secara virtual, Senin (15/3/2021).

Selain itu, faktor lain yang membuat Yaqut optimis bahwa pemerintah Kerajaan Arab Saudi berencana akan membuka penerbangan internasional pada 17 Mei 2021.

Rencana pembukaan penerbangan tersebut berbeda dengan tahun 2020. Saat itu, otoritas Arab Saudi menutup segala penerbangan luar negeri termasuk saat waktu penyelenggaraan haji.

Rencana pemerintah soal penyelenggaraan Haji 2021

Meskipun hingga kini masih dilanda keraguan, Pemerintah Indonesia telah menyusun beberapa skenario
penyelenggaraan haji 2021 apabila di tengah jalan pemerintah Arab Saudi membuka akses ke Tanah Suci bagi jamaah asal Indonesia.

Adapun skenario yang dipersiapkan Kementerian Agama yakni skema mengenai protokol kesehatan dalam perspektif internasional, artinya mengacu pada protokol yang berlaku secara global di banyak negara.

Kemudian skenario yang disiapkan seperti pergerakan jamaah di Tanah Suci, durasi masa tinggal, hingga aspek ibadah haji di masa pandemi.

“Seberapa pun tipis kemungkinannya, kami tetap menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji. Kami terus merespon dengan langkah terukur, kita sudah siap apabila pemerintah Arab Saudi membuka untuk kita,” katanya.

Di satu sisi, Kemenag juga terus berkomunikasi dengan sejumlah pihak seperti Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Menteri Urusan Haji dan Umrah, dan lembaga-lembaga terkait lainnya untuk memastikan soal ibadah haji tahun ini.

“Kami di Kementerian Agama terus melakukan upaya-upaya yang progresif untuk mempersiapkan
penyelenggaraan haji 2021 M/1442 H,” jelas Menteri Agama. (sumber: Antara) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 42
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    42
    Shares