28 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Penelitian Tim IPB dan Universitas Jepang: Kelelawar Buah Mengandung Virus Corona

2 min read
Kelelawar Buah Mengandung Virus Corona
Ilustrasi: Kelelawar (net)

BOGOR | Hasil penelitian tentang virus Corona mengungkapkan hal penting. Ternyata, kelelawar buah mengandung virus Corona. Demikian diungkap oleh Tim peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Research Center for Zoonosis Control (RCZC) Universitas Hokkaido Jepang.

Tim peneliti dari dua universitas ternama itu menemukan jenis virus pada kelelawar buah atau codot yang hidup di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, ada 6 virus. Keenam virus tersebut yakni coronavirus, bufavirus, polyomavirus, alphaherpesvirus, paramyxovirus, dan gammaherpesvirus.

Dilansir dari TvOnenews, virus-virus tersebut dapat tertular ke manusia. “Studi kami melakukan surveillance patogen atau agen penyebab yang bisa menularkan penyakit ke manusia. Dari enam itu semuanya berpotensi,” kata Ahli patologi dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB Prof Drh Agus Setiyono, (2/2/2020).

Dalam pemaparan Prof Agus, tim peneliti menemukan virus-virus tersebut pada sampel kelelawar yang diambil dari beberapa wilayah di Indonesia. Yaitu sampel dari Bukittinggi di Sumatera Barat, Bogor dan Panjalu di Jawa Barat, Gorontalo di Provinsi Gorontalo, dan Manado di Sulawesi Utara, serta terakhir dari Soppeng di Sulawesi Selatan.

Telah Dipublikasikan

Prof Agus juga mengatakan bahwa tim melakukan penelitian tersebut tahun 2010 sampai 2015. Hasil penelitian yang mengungkapkan kelelawar buah mengandung virus Corona itu pun telah dipublikasikan dalam rentang waktu tahun 2012 sampai 2018.

Penelitian ini dipicu dari dua kejadian sebelumnya. Yaitu, kejadian penyebaran virus Hendra di Australia tahun 1994 serta virus Nipah di Malaysia tahun 1998. Kedua kejadian itu menemukan dua virus yang terdapat pada kelelawar buah. Berdasarkan hal tersebut, tim peneliti ingin mengetahui apakah pada kelelawar buah di Indonesia, yang notabene berada di antara kedua negara tersebut, memiliki virus yang sama.

Dalam penyebaran virus nipah, dari kelelawar virus berpindah ke babi. Babi yang terpapar virus tersebut tidak sakit, namun bisa menularkan virus ke manusia. Prof Agus menjelaskan bahwa virus-virus yang ada pada kelelawar buah tidak berdampak pada kelelawar buah karena binatang itu punya sistem kekebalan unik. Jadi, walau kelelawar buah mengandung virus Corona, tapi tidak terdampak apapun oleh virus tersebut.

“Jadi mereka mengandung virus itu atau di dalam tubuhnya ada agen penyebab penyakit tapi kelelawar tidak sakit. Fenomena ini yang unik. Normalnya kalau ada agen penyebat penyakit masuk ke dalam tubuh, sakit hewannya,” kata Agus. (*) [HeloBorneo.com


| #coronarovirus #coronavirus #viruscorona #VirusChina #2019nCoV #CoronaOutbreak |

Bagi artikel ini
  • 36
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    36
    Shares