25 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Wow! Pasukan Intelijen Khusus Rajawali BIN Unjuk Gigi Dengan Senjata Lengkap

4 min read
Pasukan Intelijen Khusus Rajawali BIN, pasukan bersenjata BIN
HeloBorneo.com – Pasukan Intelijen Khusus Rajawali BIN (tangkapan layar IG @bambang.soesatyo)

JAKARTA | Ada kejutan yang ditampilkan oleh Badan Intelijen Negara. Kejutan itu yaitu munculnya Pasukan Intelijen Khusus Rajawali BIN. Pasukan bersenjata BIN ini terbilang lengkap persenjataannya.

Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar acara sekaligus memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh politik dan militer Indonesia, yakni menjadi warga kehormatan.

Acara ini mengambil tema “Inaugurasi Peningkatan Statuta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) dan Peresmian Patung Bung Karno, Inspirator Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)” yang digelar pada Rabu 9 September 2020 lalu, dan mengambil tempat di STIN Sentul Bogor.

Pasukan bersenjata BIN muncul di acara

Namun, ada yang menarik perhatian khusus dari acara itu. Tak lain yaitu penampilan yang mengejutkan sejumlah pasukan pada acara Badan Intelijen Negara (BIN) . Di hadapan para jenderal TNI yang hadir, Badan Intelijen Negara RI ini memamerkan sekelompok pasukan bersenjata BIN.

Kemunculan pasukan bersenjata itu diketahui dari sebuah unggahan rekaman video yang disiarkan Ketua MPR RI (Majelis Permusyawaratan Rakyat) Bambang Soesatyo melalui akun instagram pribadinya.

Asal-usul pasukan itu sendiri tidak diketahui, karena tidak disebutkan. Namun, dalam video itu terlihat mereka mengenakan seragam hitam-hitam lengkap dengan senjata laras panjang. Juga dalam video itu, terdengar announcer menyebutkan keterangan bahwa pasukan yang sedang tampil itu adalah profil dari Pasukan Intelijen Khusus Rajawali BIN.

Bamsoet pun menyebutkan dalam video yang diunggahnya itu, bahwa pasukan bersenjata tersebut adalah pasukan khusus intelijen BIN bernama Rajawali. “Pasukan Khusus Rajawali BIN memang beda. Selamat! Penampilan yang luar biasa. Jaga Indonesia. Jaga NKRI,” ujarnya bangga.

Kemunculan Pasukan Intelijen Khusus Rajawali BIN ini sontak mengundang perhatian

Pasukan Intelijen Khusus Rajawali BIN, pasukan bersenjata BIN
HeloBorneo.com – Pasukan Intelijen Khusus Rajawali BIN (tangkapan layar IG @bambang.soesatyo)

Tak dapat disangkal, kemunculan Pasukan Intelijen Khusus Rajawali BIN ini cukup menarik perhatian. Pasalnya, BIN bukanlah sebuah lembaga yang tugasnya penegakan hukum, sehingga membutuhkan pasukan bersenjata untuk keperluan konfrontasi.

Dalam Undang-undang RI nomor 17 tahun 2011 tentang Intelijen Negara, tidak ada disebutkan bahwa BIN memiliki pasukan bersenjata seperti yang muncul di acara tersebut. Jadi, sontak kemunculan Pasukan Intelijen Khusus Rajawali BIN menjadi sebuah kejutan.

Acara penghargaan bagi Jenderal berprestasi

Sebelum memamerkan pasukan itu, Badan Intelijen Negara (BIN) memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh politik dan militer Indonesia. Penghargaan tersebut berupa pengangkatan sejumlah tokoh menjadi warga kehormatan BIN.

Dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) disebutkan ada beberapa jenderal yang menjadi warga kehormatan, seperti Komandan Korps Marinir TNI Angkatan Laut, Mayor Jenderal Suhartono lalu Komandan Pasukan Khas TNI AU dan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus TNI AD.

Tak hanya itu ketiga jenderal itu saja, BIN juga memberikan status warga kehormatan kepada Jenderal TNI (purn) Abdullah Mahmud Hendropriyono.

Sebagaimana pantauan HeloBorneo.com pada akun instagram Mayjen Suhartono, acara penganugerahan gelar kehormatan itu digelar Rabu 9 September 2020. Dua cara besarnya yaitu acara Inagurasi Peningkatan Statuta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) serta peresmian Patung Bung Karno di Plaza Utama Kampus STIN, Bogor, Jawa Barat (Jabar).

“Sebagai Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono diangkat sebagai Warga Kehormatan Badan Intelijen Negara (BIN) oleh Kepala BIN Jenderal Polisi (purn) Budi Gunawan,” ujar Mayjen Suhartono di akun media sosial miliknya itu.

View this post on Instagram

warga kehormatan BIN Sebagai Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono diangkat sebagai Warga Kehormatan Badan Intelijen Negara (BIN) oleh Kepala BIN Jenderal Polisi (purn) Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si. Pengangkatan warga kehormatan ini dilaksanakan dalam sebuah prosesi acara “Inaugurasi Peningkatan Statuta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) dan Peresmian Patung Bung Karno, Inspirator Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)" pada hari Rabu 9 September 2020 di STIN Sentul Bogor. Dalam sambutannya Kepala BIN menyampaikan bahwa pengangkatan warga kehormatan ini diberikan pada tokoh yang dianggap punya peran penting dalam pengembangan organisasi ataupun dalam pelaksanaan penugasan BIN. Selain Dankormar tokoh-tokoh lain yang diangkat sebagai warga kehormatan BIN antara lain; Ketua MPR RI Bambang Susetyo, Ketua DPR RI Puan Maharani, Menpan RB Tjahyo Kumolo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wakil Menteri Pertahankan Sakti Wahyu Trenggono, Jenderal TNI (purn) Hendro Priono, Danjen Kopassus, Dankorpaskhas, dan Dankorbrimob. Pengangkatan warga kehormatan ini tentunya menjadikan motivasi sendiri untuk semakin meningkatkan kerjasama dalam pembinaan ataupun dalam penugasan operasi. Sebagai Komandan pasukan, intelijen merupakan penjuru dalam setiap pengerahan kekuatan untuk setiap operasi.

A post shared by Suhartono (@suhartono323) on

Sebagai informasi, Badan Intelijen Negara, disingkat BIN, adalah lembaga pemerintah nonkementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang intelijen. Kepala BIN sejak 9 September 2016 dijabat oleh Budi Gunawan.

Pasukan Intelijen Khusus Rajawali BIN
HeloBorneo.com – Para tamu sedang memperhatikan maket. (foto: Dokumen BIN)

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal (Purn) Budi Gunawan melakukan beberapa pembaruan di Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), Bogor, Jawa Barat.

Upaya modernisasi itu dilakukan guna mewujudkan STIN sebagai Kampus yang bertaraf Internasional dan mampu menghadapi tantangan dan ancaman yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Budi menambahkan, BIN juga telah melakukan pendidikan intelijen khusus rajawali tahun 2002 dengan pola baru guna menyiapkan agen-agen prajurit intelijen 4.0 yang siap tempur, handal tangguh dan berkelas dunia sesuai dengan dinamika ancaman tugas ke depan.

Selain itu, BIN juga membentuk jurusan Intelejen Medik guna menghadapi pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama enam bulan lalu. (*) [HeloBorneo.com

Bagi artikel ini
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares