1 October, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Pangeran H Khairul Saleh Minta Penyerangan Masjid Deli Serdang Diusut Tuntas

3 min read
HeloBorneo.com – Pangeran H. Khairul Saleh, Sultan Banjar dan Anggota Komisi III DPR RI. (net)

JAKARTA | Pangeran H Khairul Saleh meminta Kapolri dan jajarannya segera mengusut tuntas kasus penyerangan masjid di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Khairul Saleh mengatakan para pelaku harus ditindak tegas.

Hal tersebut, ujarnya, harus dilakukan untuk menjaga kerukunan dan stabilitas masyarakat. Anggota Komisi III DPR RI Pangeran H Khairul Saleh mengatakan kasus penyerangan masjid ini cukup sensitif menyangkut keamanan, ketertiban, toleransi dan keharmonisan di masyarakat. “Harus segera diusut tuntas,” kata Khairul, dalam siaran persnya, dilansir dari Antara, Sabtu (25/1).

Khairul Saleh adalah tokoh masyarakat Banjar, dan juga Sultan Banjar. Dirinya mengungkapkan keprihatinannya terkait dngan peristiwa penyerangan masjid itu. Dikatakan oleh Khairul Saleh, 10 persen dari penduduk Sumatera Utara (Sumut) merupakan keturunan Urang Banjar. Terlebih, komunitas keturunan Urang Banjar ini banyak yang menetap di Kabupaten Deli Serdang.

Lebih lanjut, legislator DPR RI ini mengungkapkan kegiatan rutin dirinya berkunjung ke daerah tersebut. Kunjungan guna bersilaturahmi serta menyerap aspirasi dengan masyarakat Urang Banjar di Sumatera Utara. Keturunan masyarakat Urang Banjar ini banyak tersebar di Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat. Diperkirakan, jumlah Urang Banjar di Sumatera Utara berkisar kurang lebih 450.000 jiwa.

Menjaga Tali Persaudaraan

Khairul Saleh mengungkapkan eratnya tali persudaraan antara Urang Banjar dan Sultan Banjar. “Masih lekat ikatan rasa persaudaran dan mengayomi antara Urang Banjar dan Sultan Banjar yang sejak dahulu abad ke 16 sudah bermukim di Deli Serdang,” terangnya.

Ia berharap agar kasus tersebut ditangani secara tuntas. Hal tersebut penting, agar bisa menentramkan masyarakat dan menjaga kondisi keamanan di Sumatera Utara yang selama ini relatif baik.

Dirinya mewanti-wanti agar tidak terjadi kelalaian penanganan yang dapat berdampak negatid di masyarakat. “Jangan sampai peristiwa itu mencederai keharmonisan dan toleransi yang selama ini sudah terjalin kuat di masyakarat Sumatera Utara,” ungkapnya.

Penyerangan Terkait Penertiban Warung Tuak

Sebagai informasi, diberitakan bahwa sekelompok orang diduga melakukan penyerangan di Masjid Al Amin. Masjid ini beralamat di Jalan Belibis, Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Penyerangan yang terjadi pada Jumat (24/1) malam itu diduga terkait dengan persoalan penertiban warung tuak pada Jumat siang oleh satpol PP.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edison Isir mengatakan, peristiwa penyerangan tersebut merupakan buntut dari penertiban warung tuak yang dilakukan petugas Satpol PP, pada Jumat (24/1) siang. Penertiban tersebut menimbulkan pro dan kontra antar masyarakat setempat.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edison Isir saat dijumpai di Masjid Al Amin, Jalan Belibis, Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu dini hari (25/1). (Foto: Antara/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Tak terima dengan penertiban itu, sekelompok oknum warga lantas melakukan penyerangan ke masjid dan sejumlah rumah warga. “Kita coba melihat dan mendudukkan, akarnya ada di mana. Sejauh ini informasi yang kita dapat, ini residu-residu dampak dan akses dari proses penertiban warung tuak,” jelas Kapolrestabes Medan itu.

Lebih lanjut, Kombes Jhonny Edison Isir mengatakan sisa-sia (residu) akibat penertiban tersebut menyulut aksi balasan. “Ada residu di situ. Mungkin pro kontra, kemudian ada kelompok yang pro dan kelompok yang kontra. Melakukan perlawanan dan lempar-lempar batu,” ungkap Jhonny.

Jhonny menegaskan bahwa rumah ibadah bukan sasaran utama. “Di sini bukan tempat ibadah yang menjadi sasaran utama, tapi rumah-rumah warga,” tegasnya.

Akibat peristiwa tersebut, kata Jhonny, terjadi kerusakan beberapa fasilitas masjid dan juga rumah warga. “Ada beberapa kaca di masjid yang pecah, ada juga rumah warga yang rusak,” ujarnya.

Hingga Sabtu (25/1/2020) dini hari, ribuan warga masih memadati lokasi seputaran masjid. Sementara sejumlah personel kepolisian tampak melakukan penjagaan. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares