16 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Mega Skandal Korupsi Asabri Rp 23 T, Ini Komentar Menhan Prabowo

HeloBorneo.com – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)

 

JAKARTA | Mega skandal korupsi Asabri yang jumlahnya sangat fantastis, yaitu mencapai 23 triliun rupiah kembali mencuat dengan penetapan 8 orang tersangka di awal minggu ini. Prabowo selaku menhan pun memberikan pernyataannya terkait kasus yang menggemparkan itu.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (3/2/2021), Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan respons terhadap penetapan delapan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi. Kasus korupsi ini terkait pengelolaan keuangan dana investasi PT Asabri (Persero) periode 2012-2019.

Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan respons sang Menhan kepada CNBC Indonesia melalui pesan singkat pada Selasa (2/2/2021). “Kemhan mendukung penuh upaya kejaksaan untuk menuntaskan kasus tersebut dan memberikan hukuman yang maksimal kepada mereka yang terlibat,” jelasnya

Dana prajurit dipastikan terkendali terkait mega skandal korupsi Asabri

Dalam penjelasannya, Dahnil juga memastikan kalau dana prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga pegawai negeri sipil (PNS) Kemhan yang dikelola PT Asabri berada dalam kondisi terkendali. “Dana prajurit aman seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya,” kata Dahnil.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD telah memberikan respons perihal penetapan delapan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dan investasi PT Asabri (Persero) periode 2012-2019.

“Saya tadi memastikan ke Kejaksaan Agung bahwa prajurit TNI/anggota Polri tetap mendapat jaminan dari negara dan dari proses hukum bahwa uangnya tidak akan hilang dengan cara apapun,” kata Mahfud dalam keterangannya, Selasa (2/2/2021).

“Masyarakat supaya tenang dan percaya terutama kalangan prajurit TNI dan anggota Polri bahwa kasus Asabri itu dipastikan untuk dibawa ke pengadilan karena terjadi tindak pidana korupsi,” lanjutnya.

Mahfud pun memastikan, para pelaku yang terlibat tindak pidana korupsi, maka proses hukumnya akan terus diadili. Ia juga memastikan, para prajurit TNI dan anggota Polri sebagai nasabah Asabri tak akan dirugikan dalam kasus ini.

“Masyarakat mari ikut mengawal dan percayakan Kejagung akan melaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujar Mahfud.

Sinyal sejak awal tahun lalu

Sinyal terjadinya dugaan perkara korupsi di tubuh Asabri memang pernah disinggung mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013 ini. Di awal tahun lalu, Mahfud menyebut terjadi dugaan terjadinya kasus korupsi Asabri yang merugikan negara sebesar Rp 16 triliun.

Namun, setelah ditelusuri lebih jauh dan berdasarkan perhitungan sementara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), nilai kerugian sementara lebih tinggi yakni sebesar Rp 23 triliun.

“Tapi sekali lagi para pra prajurit TNI Polri tenang, negara akan memberikan pelayanan kepada Anda karena ini uang Anda, uang tabungan Anda di Yayasan Asabri,” kata Mahfud.

Seperti diketahui, Kejagung resmi menetapkan delapan tersangka dalam perkara korupsi yang menggemparkan nusantara itu, Senin (1/2/2021). Dari delapan tersangka tersebut 4 diantaranya yaitu:

  • eks Direktur Utama Asabri Adam R Damiri
  • eks Direktur Utama Asabri Sonny Widjaja
  • pemilik PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro, dan
  • Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat.

(sumber: CNBC Indonesia) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 47
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    47
    Shares