25 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Mahyudin Sambut Tahun Baru Islam, Jadi Momentum Upaya Pemulihan Ekonomi

Mahyudin menyambut tahun baru Islam 2021 ini, atau 1 Muharram 1443 Hijriyah sebagai momentum untuk mengupayakan pemulihan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.

_____________________________________________

mahyudin, upaya pemulihan ekonomi, tahun baru islam, wakil ketua DPD RI
Mahyudin menyambut tahun baru Islam 2021 ini, atau 1 Muharram 1443 Hijriyah sebagai momentum untuk mengupayakan pemulihan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi COVID-19. | HeloBorneo.com — Mahyudin, Wakil Ketua DPD RI. (ist)

 

JAKARTA | Di era Pandemi COVID-19 sangat dirasakan oleh masyarakat diseluruh kelas, baik dari kelas atas maupun dari kelas ekonomi ke bawah, dengan segala kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat yang dilakukan secara bertingkat yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah.

Berdasarkan data statistik hingga 10 Agustus 2021, kasus COVID-19 secara belum juga menunjukkan penurunan yang dirasakan signifikan.

Dari data itu, Indonesia masih memiliki 3.718.821 kasus positif COVID-19 dengan tingkat kematian 110.619 jiwa (2.97%). Meski demikian,

Di triwulan ini juga pertumbuhan ekonomi nasional berdasarkan data yang disampaikan BPS pada 5 Agustus 2021, Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi Indonesia Triwulan 2-2021 tumbuh 7,07 persen (y-on-y). Atau bila disajikan secara akumulatif 3,31 persen (q-to-q). Yang menjadi catatan, sektor paling tinggi angka pertumbuhannya adalah sektor perdagangan dengan capaian angka 9,44%.

Mahyudin sebut upaya pemulihan ekonomi belum merata

Berdasarkan rilis pernyataan yang diterima HeloBorneo.com, Rabu (11/8/2021), dalam menyambut hikmah Tahun Baru Islam, menurut Mahyudin, kondisi ekonomi di tengah dampak COVID-19 menjadi satu kasus yang dinilai krusial.

Hal ini mengingat masyarakat bawah menjerit karena makin beratnya kondisi ekonomi sehingga menjadi dilema dengan kondisi yang tidak pasti ini.

Berdasarkan Data Pusat Statistik Kalimantan Timur, tertanggal 5 Agustus 2021 mencatat bahwa pertumbuhan produk Domestik Regional Bruto (PDRB) secara y-on-y naik 5,76% dibanding dengan tahun lalu di -1,38 %. Data pencapaian  ini menjadi berita baik bagi pemerintah maupun masyarakat Kalimantan Timur.

Pertumbuhan ekonomi lokal di Kaltim paralel dgn pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan ke-2 karena terjadi pelonggaran. Tetapi pada triwulan ke-3 dengan PPKM level 4 kemungkinan akan kembali turun, jadi sangat tergantung oleh kebijakan.

Selain itu ketersediaan vaksin COVID-19 menjadi persoalan untuk mempercepat vaksinasi. Khusus untuk kaltim sendiri seperti dikemukakan gubernur saat live kompas tv (9/8/021) yang mengatakan sudah tidak ada stok vaksin. Tentu hal ini menjadi kendala.


mahyudin, upaya pemulihan ekonomi, tahun baru islam, wakil ketua DPD RI
HeloBorneo.com — Wakil Ketua DPD RI Mahyudin. (ist)

 

Saran Mahyudin untuk pemulihan ekonomi

Wakil Ketua DPD RI Mahyudin menyarankan kepada pemerintah dan stakeholder yang terkait untuk memperhatikan beberapa hal agar situasi tidak semakin rumit, terutama terkait upaya pemulihan ekonomi.

Pertama, Mahyudin meminta pemerintah memberikan kesehatan yang baik kepada masyarakat di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

“Agar menekan angka kematian dengan memastikan prasarana Kesehatan yang memadai dari daerah-daerah sehingga semua masyarakat mendapat pelayanan Kesehatan baik masyarakat di kota, pedesaan bahkan masyarakat perbatasan,” jelasnya.

Kedua, Mahyudin meminta masyarakat tetap di rumash saja selama masih berlangsungnya PPKM. “Menghimbau kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah kecuali sangat penting,” lanjut Mahyudin.

Sosok politikus Partai Golkar ini juga mendorong pelaku UMKM tetap berkiprah dan turut membantu upaya pemulihan ekonomi. “Para pelaku UMKM diberi ruang berkreasi selama pandemik namun tetap mengedepankan Protokol Kesehatan yang berlaku,” ungkapnya.

Dan terakhir, Mahyudin menegaskan agar penyaluran bansos tepat sasaran kepada yang memerlukan.

“Memastikan dana Bantuan Sosial (Bansos) layak dan tepat sasaran untuk masyarakat yang terkena dampak sehingga bisa mengurangi beban masyarakat yang sangat menjerit dengan kondisi ini,” pungkasnya. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 19
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    19
    Shares