25 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

M Kace Ditangkap Polisi di Bali

M Kace ditangkap polisi hari ini, Rabu 25 Agustus 2021 setelah tim pemburu berhasil mengejar dan menciduk sosok diduga telah melakukan penistaan agama itu hingga ke Bali.

_____________________________________________

M Kace ditangkap
M Kace ditangkap polisi hari ini, Rabu 25 Agustus 2021 setelah tim pemburu berhasil mengejar dan menciduk sosok diduga telah melakukan penistaan agama itu hingga ke Bali. | HeloBorneo.com — ilustrasi: Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto. (Foto: Instagram)

 

DENPASAR |  Bareskrim Polri menangkap YouTuber Muhammad Kace alias Muhammad Kece di Bali. Youtuber M Kace ditangkap atas dugaan penistaan agama.

Setelah penangkapannya di Bali, kini dia sedang dibawa ke Bareskrim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Sudah ditangkap, Hari ini akan dibawa ke Bareskrim,” jelas Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto saat dikonfirmasi, Rabu (25/08/2021).

M Kace ditangkap setelah dilaporkan atas dugaan penistaan agama

Sebelum M Kace ditangkap, pemilik kanal di media sosial Youtube bernama “MK” itu telah dilaporkan oleh empat orang pelapor. Laporan kepada pihak kepolisian itu terkait perkara dugaan tindak pidana penistaan agama.

Tidak lama setelah laporan itu diterima, penyidik Bareskrim Polri langsung meningkatkan status hukum perkara tersebut dari penyelidikan ke penyidikan.


M kace ditangkap
HeloBorneo.com — Sosok M Kace ditangkap setelah sebelumnya diburu polisi akibat penistaan agama. (Foto: tangkapan layar)

 

Sudah penuhi unsur pidana

Banyak pihak mendesak Bareskrim Polri agar M Kace ditangkap dan segera ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama. Pasalnya, pernyataan M Kace soal agama Islam dan menghina Nabi Muhammad SAW sudah cukup memenuhi unsur pidana.

Praktisi hukum meminta Kepolisian tak ragu menyeret Muhammad Kece ke meja hijau. Pernyataannya yang menghina Nabi Muhammad memenuhi unsur Pasal 156 huruf a KUHP.

Sebagai  informasi, bunyi pasal 156 huruf a KUHP adalah sebagai berikut:

“Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia; b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apapun juga, yang bersendikan ke-Tuhanan Yang Maha Esa.”

Kominfo bergerak cepat

Menanggapi aduan masyarakat, pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga telah bergerak cepat dan mengambil langkah tegas terhadap penyebaran konten yang dilakukan oleh akun Youtube MK itu.

Akun tersebut diduga memiliki muatan penodaan agama dan atau informasi yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat di tanah air. Tindakannya dianggap memancing rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 22
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    22
    Shares