24 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Kunker DPD ke Dubai, Mahyudin Sebut Daerah Luar Jawa Berpeluang Tarik Investasi Asing

3 min read
HeloBorneo.com – Mahyudin (dasi merah, duduk di depan kelima dari kiri) bersama rombongan DPD dan warga Indonesia ketika melakukan kunker ke Dubai. (ist)

HeloBorneo.com – JAKARTA | Dalam kunjungan kerja yang dilakukan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Mahyudin menilai ada peluang sangat menjanjikan bagi daerah di luar Jawa. Khususnya dalam rangka menarik investasi dari luar negeri, dalam hal ini dengan Uni Emirat Arab, khususnya Dubai. Hal ini mengingat semakin gencarnya promosi potensi daerah-daerah yang dilakukan di Dubai.

Wakil Ketua DPD, Mahyudin, menyampaikan hal tersebut ketika memimpin delegasi DPD RI dalam rangka kunjungan kerja ke The Departement Economy of Development, Dubai, Uni Emirat Arab. Mahyudin  melihat Indonesia berpeluang meningkatkan kerja sama ekonomi dengan negara tersebut.

“Peluang sangat menjanjikan bagi Daerah, khususnya daerah di luar jawa, untuk menarik investasi dari Dubai, seiring gencarnya promosi potensi daerah di Dubai”, jelas senator yang menjadi perwakilan Kaltim ini.

Termasuk kegiatan promosikan potensi ekonomi daerah dari 34 Provinsi di seluruh Indonesia yang cukup agresif dilakukan oleh DPD. Ia menilai pentingnya segera dibuatkan nota kesepahaman antara kedua negara. Saat ini, Dubai menjadi tempat strategis bagi Indonesia. Dubai yang kian berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi dan finansial dunia kerap menjadi tempat untuk menggelar promosi berbagai produk hasil pertanian, energi, industri farmasi, termasuk hasil usaha mikro kecil menengah dari berbagai daerah di Indonesia.

“Perlunya segera dibuat kesepahaman antara Indonesia dan Uni Emirat Arab dalam rangka perluasan sektor investasi Dubai di Indonesia seperti bidang energi, agribisnis, pendidikan, kesehatan, industri farmasi hingga pariwisata ,” demikian jelas Mahyudin lewat keterangan yang diterima HeloBorneo.com, Minggu (1/12/2019).

Sejauh ini, sudah ada realisasi beberapa penandatangan kesepahaman bisnis ataupun di luar bisnis antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Uni Emirat Arab khususnya investor Dubai.

Kunjungan Kerja tersebut sebagai kerangka untuk terus mendorong peningkatan pertumbuhan pembangunan daerah. Kunker ini diikuti oleh 8 Anggota DPD RI, yaitu Dr. Badikenita Br Sitepu, H. Dedi Iskandar Batubara, Hasan Basri, Dr. Muhammad J Wartabone, Hj. Yustina Ismiati, H. Iskandar Muda Baharudin Lopa, dan Dr. Abdul Rahman Thaha, serta H. Ahmad Kanedi.

Dalam rombongan juga tampak Konsul Jenderal Republik Indonesia Dubai, YM. Ridwan Hasan, Ali Ibrahim, dan Direktur Indonesian Trade Promotion Center di Dubai, Heny Rusmiati, serta Deputi Direktur Jenderal The Departement Economy of Development.

Perlu Tindak Lanjut

Mahyudin menekankan perlu adanya tindak lanjut atas pelaksanaan promosi yang dilaksanakan di Dubai. Menurutnya, salah satu cara yaitu dengan menggelar perkenalan dan promosi produk-produk dari daerah bekerjasama dengan LuLu. Sebagai informasi, LuLu adalah hypermarket dan departement store milik pengusaha asal Uni Emirat Arab.

Menurut Mahyudin, kunker tersebut untuk menggali lebih dalam terkait peluang investasi di daerah. “Kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk memperoleh berbagai informasi terkini dalam memetakan peluang investasi di daerah guna menjadi rumusan pertimbangan dan keputusan DPD RI dalam melaksanakan fungsi pertimbangan, pengawasan dan penyempurnaan legislasi,” jelas sosok yang juga politisi Partai Golkar ini.

Khususnya, lanjut dia, Undang-Undang yang berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya alam dan sumberdaya ekonomi lainnya, serta pertimbangan keuangan pusat dan daerah. “Peluang investasi Dubai di Indonesia, khususnya di daerah, harus dimanfaatkan oleh seluruh Pemerintah Daerah untuk meningkatkan ekonomi daerah dalam rangka menyejahterakan masyarakat daerah,” pungkasnya. (HB)

 

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *