Tue. Jul 14th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

KRI Soeharso Disiapkan Untuk Evakuasi WNI Penumpang Diamond Princess

2 min read
KRI Soeharso Disiapkan Untuk Evakuasi
HeloBorneo.com – KRI Soeharso Disiapkan Untuk Evakuasi WNI yang menjadi kru kapal pesiar Diamond Princess. (net)

JAKARTA | Kementerian Kesehatan menginformasikan bahwa KRI Soeharso disiapkan untuk evakuasi. Kapal rumah sakit milik TNI Angkatan Laut ini sebagai salah satu pilihan sarana untuk memulangkan WNI yang menjadi kru kapal pesiar Diamond Princess.

Pihak Kementerian Kesehatan menyebut ada dua opsi untuk mengevakuasi 74 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai kru di kapal pesiar Diamond Princess, Jepang, terkait Virus Corona.

Dua Opsi

Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto menerangkan dua opsi pemulangan para WNI. Kedua opsi itu terdiri dari jalur laut dan jalur udara.

Pertama, opsi jalur laut menggunakan kapal Rumah Sakit (RS) KRI dr. Soeharso. KRI Soeharso-990 merupakan satu-satunya Kapal Perang Bantu Rumah Sakit yang dimiliki Indonesia.

Achmad menjelaskan kepulangan WNI dengan KRS Soeharso membutuhkan waktu setidaknya 14 hari untuk penjemputan dan 14 hari untuk kembali ke Indonesia.

Dengan demikian, opsi penjemputan ini sudah mencakup masa observasi. Artinya, para WNI itu tak perlu diobservasi di dalam negeri lagi. Observasi pertama selama 14 hari dilakukan di Jepang sambil menunggu kedatangan KRI Soeharso. Kemudian observasi  dilanjutkan di KRI Soeharso dalam perjalanan kembali  ke tanah air yang membutuhkan  waktu 14 hari. Total observasi selama 28 hari.

“Dengan KRS Soeharso penjemputan ke perairan Jepang butuh waktu 14 hari, sementara itu mereka juga diobservasi di Jepang, kemudian pindah observasinya ke KRS Soeharso, sehingga ketika tiba di Indonesia tidak perlu lagi observasi karena sudah 28 hari, sudah clear” jelasnya.

Sudah Siap

nantinya KRI Soeharso-990 akan diberangkatkan dengan jumlah anggota Tim Satgas sekitar 170 orang. Sementara, WNI yang akan dijemput akan ditempatkan di dek khusus meskipun seluruhnya dinyatakan dalam keadaan sehat. “Walau rekan-rekan dari Jepang dalam keadaan sehat, namun sesuai instruksi prosedur keamanan tetap dilaksanakan. Mereka akan ditempatkan di dek rumah sakit KRI dr. Suharso,” ungkap Whimbo.

Sementara itu, kru yang diizinkan melakukan kontak dengan para WNI adalah tim khusus medis. Adapun kru KRI akan sangat dibatasi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Opsi Jalur Laut Lebih Memungkinkan

Opsi ini, kata dia, muncul karena KRS ini memiliki ruang perawatan intensif (ICU) dan 150 tempat tidur pasien. “Kita pakai KRS Soeharso, ada delapan ruang ICU, ada 5 ruang operasi, dan lebih dari 150 tempat tidur. Jadi sama saja seperti rumah sakit, fasilitasnya memadai untuk dilakukan observasi,” katanya.

Opsi kedua, pemulangan menggunakan pesawat miliki TNI-AU. Jika opsi ini diambil, Achmad menyebut perlu ada masa observasi di Indonesia selama 28 hari. Pihaknya mengklaim sudah menyiapkan tempat observasi yang masih dirahasiakan. (*) [HeloBorneo.com


#coronarovirus #coronavirus #viruscorona #VirusChina #2019nCoV #CoronaOutbreak #corona #virus #viruskorona #COVID19

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: