17 August, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

KPK Cari Bukti Dugaan Suap Mardani Maming, Geledah Apartemen di Kempinski

KPK cari bukti dugaan suap izin tambang yang melibatkan Mardani Maming. Kegiatan penggeledahan pun dilakukan KPK di unit apartemen penthouse di Kempinski, berlokasi di Jakarta Pusat.

_______________________________________

KPK cari bukti dugaan suap, mardani maming
KPK cari bukti dugaan suap izin tambang yang melibatkan Mardani Maming. Kegiatan penggeledahan pun dilakukan KPK di unit apartemen penthouse di Kempinski, berlokasi di Jakarta Pusat. | HeloBorneo.com — Mardani H Maming. (Foto: Dok. PT Batulicin 69)

 

JAKARTA | KPK melakukan penggeledahan di apartemen mantan Bupati Tanah Bumbu yang juga politikus PDI-P sekaligus Bendahara Umum PBNU, Mardani Maming di Jakarta.

Penggeledahan itu dilakukan di unit Penthouse Kempinski Private Residence, Jakarta Pusat.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan penggeledahan itu. Dia belum menjelaskan lebih banyak apa saja yang dicari KPK dalam penggeledahan itu. “Informasi yang kami peroleh, benar ada (penggeledahan) kegiatan dimaksud,” kata Ali kepada wartawan, Selasa (28/6/2022), sebagaimana dikutip dari Detik.

KPK Cari Bukti Dugaan Suap Mardani Maming

Kuat diduga, Penggeledahan itu dilakukan KPK cari bukti dugaan suap izin usaha tambang di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Dalam pengamatan, rombongan Tim Penyidik KPK, keluar dari apartemen milik mantan Bupati Bumbu, Mardani Maming di Kempinski, Jakarta Pusat, Selasa (28/6/2022) siang.

Sebagai informasi, politikus PDIP ini telah berstatus tersangka di KPK. Mardani Maming juga telah dicegah bepergian ke luar negeri. Pihak Mardani Maming sendiri mengaku telah menerima salinan resmi dari KPK terkait status tersangkanya. Surat itu diterima pada Rabu (22/6/2022) lalu.

Terkait kasusnya ini, Mardani Maming telah mengajukan praperadilan. Dirinya akan menjalani sidang pertama pada 12 Juli mendatang. Adapun pada petitum permohonan praperadilan itu, Mardani Maming meminta hakim mengabulkan gugatan praperadilannya. Mardani meminta agar status tersangkanya dinyatakan tidak sah.

Selain itu, Mardani Maming meminta hakim menyatakan penyelidikan-penyidikan terkait kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji dinyatakan tidak sah.

Dalam hubungannya dengan praperadilan yang  diajukan Mardani Maming, PLT Juru Bicara KPK Ali Fikri menyatakan, KPK belum menerima surat pemberitahuan atau panggilan sidang dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini