22 January, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Soal Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182, Jasa Raharja Beri Penyataan Ini

2 min read
korban sriwijaya air sj 182
HeloBorneo.com – Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kalbar, Regy S Wijaya saat memberikan keterangan media di Crisis Center Sriwijaya Air SJ 182 Bandara Internasional Supadio Pontianak, Selasa. (Foto: ANTARA/Dedi)

PONTIANAK | Terkait permasalahan ahli waris korban Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh pada Sabtu (9/1/2021), PT Jasa Raharja telah memberikan konfirmasi kepada pihak-pihak yang bersangkutan.

PT Jasa Raharja selaku penyelenggara dana pertanggungan wajib kecelakaan penumpang sejauh ini telah melakukan konfirmasi kepada 42 ahli waris dari 62 penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh pada Sabtu (9/1/2021).

Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kalimantan Barat (Kalbar), Regy S Wijaya pun memberikan keterangan kepada media terkait ahli waris korban Sriwijaya Air SJ 182 ini, bertempat di Crisis Center Sriwijaya Air SJ 182 Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

“Kita telah telusur melalui KTP penumpang, KK dari pihak keluarga, dan bukti lainnya maka sejauh ini sudah 42 ahli waris yang sudah dapat ditelusur. Sisanya dalam proses,” ujar Regy, Selasa (12/1/2021) sebagaimana dilansir dari Antara.

Ahli waris korban Sriwijaya Air SJ 182 terkonfirmasi

Lebih lanjut, Regy S wijaya mengatakan bahwa terdapat sebanyak 20 ahli waris dari Kalbar dari 42 ahli waris korban yang sudah dikonfirmasi. “Semula di Kalbar ada 24 ahli waris. Namun setelah didalami ada 4 ahli waris dikuasakan dengan keluarganya di Jakarta,” jelas Regy.

Ia memastikan bahwa Jasa Raharja Cabang Kalbar akan terus memantau perkembangan terhadap proses pencarian penumpang dan terus menunggu update status penumpang dari pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

“Terkait penyerahan santunan, kami belum bisa memberikan informasi lebih, karena masih menunggu status terbaru dari masing-masing penumpang. Kami sudah mendapatkan identitas dari penumpang dan keluarga, sehingga jika nanti ada update status dari pusat, kami akan langsung tindak lanjut,” kata Regy.

Sebelumnya pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 mil laut di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat tinggal landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifes penerbangan, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Musibah ini pun menambah pilu masyarakat tanah air yang masih berjuang melawan pandemi COVID-19 yang belum juga reda. (sumber: Antara) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share