24 February, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Kompol Yuni Ditangkap Saat Pesta Sabu, Terancam 2 Hal Ini

2 min read

Viral tentang Kompol Yuni ditangkap saat pesta sabu membuat prestasinya sebagai abdi masyarakat yang cukup moncer di mata masyarakat seketika luntur. Kompol Yuni sekarang jadi pesakitan.

_____________________________________________

Kompol Yuni ditangkap saat pesta sabu
HeloBorneo.com — Kompol Yuni. (net)

 

BANDUNG | Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi, atau lebih populer di masyarakat dengan sebutan Kompol Yuni ditangkap saat pesta sabu. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri menyebutkan bahwa Kompol Yuni yang menjabat sebagai Kapolsek Astanaanyar itu diduga terlibat penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Lebih jauh, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan akibat Kompol Yuni ditangkap saat pesta sabu itu membuat sosok polwan cantik dan cerdas itu terancam dipidanakan dan dipecat dari Korps Bhayangkara.

Penyataan tegas Kapolda Jabar itu diucapkannya di Bandung, Kamis (18/2/2021) di hadapan wartawan. “Jadi ada dua pilihannya tadi, dipecat atau dipidanakan. Jadi sangat jelas sekali tindakan kita terhadap anggota kita yang melakukan pelanggaran, Ya bisa dua duanya, tergantung kesalahannya nanti,” jelas Ahmad Dofiri di Polrestabes Bandung.

Bahkan, Kapolri pun telah menyampaikan tindakan tegas terkait kasus ini. “Pak Kapolri kemarin menyampaikan bahwa bagi anggota penyalahguna narkoba, pilihannya hanya dua, dipecat atau dipidanakan,” lanjut Kapolda Jabar itu.

Kompol Yuni ditangkap saat pesta sabu, Polri bakal tindak tegas 

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan bahwa tindakan tegas akibat Kompol Yuni ditangkap saat pesta itu diterapkan sebagai wujud keseriusannya dalam menindak siapapun anggotanya yang melakukan pelanggaran. Termasuk penindakan terhadap polisi wanita berpangkat perwira menengah tersebut.

Lebih lanjut, Kapolda Jabar itu mengungkapkan bahwa saat ini Kompol Yuni sudah dicopot dari jabatannya. Tak hanya itu, belasan anggota Polsek Astanaanyar yang diduga terlibat narkoba itu pun terancam mendapat sanksi yang serupa dengan Kompol Yuni.

saat ini, 12 anggota polisi yang diciduk di hotel saat pesta sabu itu masih diamankan Propam Polda Jawa Barat.

Sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda DIY ini mengatakan, bahwa kasus Kompol Yuni ditangkap saat pesta sabu ini perlu menjadi pembelajaran anggota polisi lainnya. Dengan demikian, para anggota Polri lainnya tidak terjerumus mengonsumsi barang-barang terlarang itu.

“Ini pembelajaran bagi yang lain, karena bagi anggota yang menyalahgunakan narkoba, kebijakan pimpinan jelas,” tukasnya.

Polsek Astana Anyar

Sebelumnya, Kompol Yuni ditangkap Propam gabungan Mabes Polri dan Polda Jabar pada Selasa (16/2). Selain kapolsek, 11 anggota Polsek Astana Anyar pun ikut diamankan berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.

Berdasarkan penelusuran, Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni sempat berkiprah dalam posisi penting di lingkungan Polda Jabar. Sebelum ke Bandung, ia menjabat sebagai Kasat Narkoba Polres Bogor.

Tak hanya di situ, Yuni juga sempat bertugas di Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar. Dalam jabatannya sebagai kapolsek di Bandung, Yuni sudah tiga kali menggenggam tongkat kepemimpinan tersebut. Polsek yang pernah dipimpin Yuni di antaranya Polsek Bojongloa Kidul, Polsek Sukasari, dan Astana Anyar.

Polsek Astana Anyar merupakan salah satu Polsek bergengsi di wilayah kerja Polrestabes Bandung sebab posisinya berada di pusat kota. Tak sedikit perwira pertama polisi yang berlomba-lomba untuk bisa menduduki jabatan tersebut. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares