17 April, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Keren! Dokter Reisa Sebut Vaksinasi COVID-19 di Indonesia Masuk 10 Besar Terbanyak

3 min read

Vaksinasi COVID-19 di Indonesia menunjukkan hal menggembirakan. Dokter Reisa mengungkapkan bahwa Indonesia masuk dalam 10 besar negara terbanyak yang melakukan vaksinasi.

_____________________________________________

Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Dokter Reisa
Vaksinasi COVID-19 di Indonesia menunjukkan hal cukup menggembirakan. Dokter Reisa mengungkapkan bahwa Indonesia masuk dalam 10 besar negara terbanyak yang melakukan vaksinasi. | HeloBorneo.com — Juru bicara pemerintah, dokter Reisa Broto Asmoro saat memberikan keterangan pers secara virtual dari Kantor Presiden di Jakarta, Jumat (26/3/2021). (Foto: ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden)

 

JAKARTA | Juru bicara pemerintah dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan Indonesia termasuk dalam 10 besar negara dengan jumlah vaksinasi COVID-19 terbanyak di dunia.

Melansir dari Antara, dokter Reisa mengungkapkan data menggembirakan tentang kondisi  kegiatan vaksinasi COVID-19 di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lainnya secara global.

“Per tanggal 24 Maret 2021, data menunjukkan bahwa Indonesia berada di 10 besar negara dengan jumlah vaksinasi terbanyak,” ujar dokter Reisa saat memberikan keterangan pers virtual di Jakarta, Jumat (26/3/2021).

Vaksinasi COVID-19 di Indonesia patut dibanggakan

Ia mengatakan perkembangan kegiatan vaksinasi COVID-19 di Indonesia yang terus digenjot pelaksanaannya oleh pemerintah kepada masyarakat merupakan satu hal yang patut dibanggakan.

“Dari lebih 200 negara di dunia, Indonesia adalah satu dari beberapa negara yang sudah memulai program vaksinasi yang masif,” jelasnya lagi.

Dokter Reisa melanjutkan penjelasannya, bahwa penting bagi masyarakat yang menjadi penerima vaksin untuk berterima kasih kepada semua pihak yang sudah berjuang untuk memastikan masyarakat sehat dan aman dari
COVID-19.

Cara berterima kasih terkait kegiatan vaksinasi COVID-19 di Indonesia, kata dia, dapat dilakukan dengan kesiapan menerima vaksin tersebut.

Dokter Reisa sebut kewajiban semua pihak untuk saling menjaga dan mengingatkan

Dokter Reisa mengatakan semua pihak mempunyai kewajiban mengingatkan atau mengedukasi mereka yang tengah mendapat giliran vaksinasi, salah satunya kelompok lanjut usia.

Vaksinasi COVID-19 untuk lansia

Jumlah lansia yang akan divaksin seluruhnya sekitar 21 juta orang, namun masih banyak di antara mereka yang belum mendapatkan haknya.

“Ini tentunya merupakan kewajiban kita yang mungkin usianya lebih muda, terlebih anak dan cucu, untuk dapat memberikan informasi mengenai tempat, jadwal maupun cara pendaftaran dan syarat siap untuk divaksin,” kata dia.

Syarat yang paling umum untuk lansia adalah harus dapat membuktikan usia di atas 60 tahun dengan menunjukkan KTP yang sesuai dengan wilayah sentra vaksinasi serta membawa bukti pendaftaran atau “voucher” dan hadir tepat waktu sesuai jadwal.

“Bagi lansia yang berobat rutin untuk penyakit kronis, bawalah surat rekomendasi vaksin dari dokter spesialis”, kata dia.

Reisa menekankan bahwa persyaratan kesehatan bukan untuk menyulitkan, akan tetapi memastikan semua prosedur kesehatan dipenuhi.

“Vaksinasi adalah untuk meningkatkan ketahanan tubuh kita terhadap virus penyebab COVID-19, jadi yang harus terjadi adalah peningkatan tingkat kesehatan, bukan sebaliknya. Oleh karena itu, rekomendasi dokter yang merawat lansia diperlukan untuk melancarkan proses vaksinasi dan memastikan dampak maksimal imunitas tubuh dapat dinikmati oleh lansia tersebut,” ujar dia.

Ia mengajak masyarakat di tanah air membantu memastikan lansia mendapatkan hak vaksinasi COVID-19 dengan tiga langkah mudah, yaitu memberikan informasi yang tepat dan terkini, membantu mendaftarkan ke fasilitas kesehatan atau sentra vaksinasi, serta mendampingi dan membantu para lansia merasa nyaman ketika mengikuti proses vaksinasi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membuka peluang melakukan penyuntikan vaksin COVID-19 bagi anak muda dengan syarat wajib membawa beberapa lansia untuk ikut divaksin. Upaya ini untuk mempercepat vaksinasi lansia. (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares